Bisnis / Makro
Kamis, 21 Mei 2026 | 23:22 WIB
Kementerian Perdagangan menyatakan produk kreatif berbahan baku lokal berpeluang meningkatkan daya saing ekspor saat rupiah melemah. [Antara]
Baca 10 detik
  • Kementerian Perdagangan menyatakan produk kreatif berbahan baku lokal berpeluang meningkatkan daya saing ekspor saat rupiah melemah.
  • Direktur Ekspor Ari Satria menyebut penggunaan bahan baku impor akan menambah beban biaya saat nilai tukar menurun.
  • Dampak pelemahan rupiah terhadap ekspor diperkirakan baru akan terlihat dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan mendatang.

Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai produk kreatif yang menggunakan bahan baku lokal berpotensi memperoleh keuntungan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Produk dengan kandungan lokal tinggi dinilai memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar ekspor.

Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Kementerian Perdagangan Ari Satria mengatakan secara teori pelemahan rupiah dapat membuat harga produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar internasional.

"Secara teoritis kan memang dengan pelemahan rupiah seharusnya harga barang kita itu menjadi lebih bersaing," kata Ari di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, dampak dari pelemahan nilai tukar tersebut memang belum bisa langsung terlihat dalam waktu singkat. Sebab, proses ekspor umumnya membutuhkan waktu tertentu hingga dampaknya dapat dirasakan pelaku usaha.

"Tapi pelemahan rupiah ini kan baru seminggu ini lah ya, dampaknya kan belum terlihat. Mungkin kalau teman-teman melakukan kegiatan ekspor kan mungkin dua bulan atau tiga bulan ke depan baru bisa terlihat dampaknya," ujarnya.

Ari menjelaskan peluang tersebut lebih besar dirasakan pelaku usaha yang menggunakan bahan baku lokal dibanding produk yang bergantung pada bahan baku impor.

Menurut dia, penggunaan bahan baku impor berpotensi menambah beban biaya ketika nilai tukar rupiah melemah.

"Kalau ini kan produk yang bahan bakunya 100 persen lokal. Kecuali kalau misalnya untuk produk-produk yang berbahan baku impor, ini mungkin akan sulit juga untuk meningkatkan karena kenaikan harganya akan terkompensasi dengan kenaikan harga bahan baku impor," katanya.

Ia menilai produk kreatif seperti tenun dan kerajinan lokal memiliki peluang lebih besar karena sebagian besar menggunakan bahan baku dalam negeri.

Baca Juga: Cara Investasi SBN untuk Pemula Saat Suku Bunga Naik dan Berapa Minimal Belinya?

"Kalau ini kan 100 persen lokal ya, jadi seharusnya bisa lebih bersaing lagi ke depannya," ucap Ari.

Kemendag mengaku hingga saat ini belum menerima laporan atau keluhan dari pelaku industri kreatif terkait dampak pelemahan rupiah.

"Sejauh ini belum, karena ini kan baru seminggu dua minggu terakhir ini kan naiknya drastis ya, jadi kita belum melihat dampaknya secara rutin ke depan," pungkas dia.

Load More