- Industri logistik nasional menghadapi tantangan pelemahan daya beli masyarakat serta tekanan nilai tukar rupiah sepanjang tahun ini.
- SiCepat Ekspres berupaya menjaga efisiensi biaya melalui inovasi pengalihan moda pengiriman dari jalur udara ke jalur laut.
- Direktur SiCepat menyatakan biaya pengiriman terjangkau dapat memulihkan permintaan masyarakat sekaligus menjaga pertumbuhan sektor perdagangan digital nasional.
Suara.com - Pelemahan daya beli masyarakat dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dinilai menjadi tantangan bagi industri logistik nasional tahun ini.
Menanggapi hal itu, perusahaan jasa logistik, SiCepat Ekspres menilai kondisi tersebut masih dapat diantisipasi melalui efisiensi biaya pengiriman dan inovasi di sektor logistik.
Commercial and External Affairs Director SiCepat Ekspres Imam Sedayu Pusponegoro mengatakan biaya logistik yang lebih murah justru dapat menjadi pemicu untuk memulihkan permintaan masyarakat.
Menurut dia, harga pengiriman yang lebih terjangkau bisa mendorong aktivitas konsumsi, terutama pada sektor perdagangan digital yang masih menjadi penopang utama pertumbuhan logistik.
"Daya beli yang tadinya mungkin melemah, tapi dengan biaya logistik atau pengiriman yang lebih murah mereka akan men-trigger demand. Akhirnya demand-nya pulih lagi," kata Imam dalam program Executive Talk di Kantor Suara.com, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan pelaku industri logistik saat ini tidak bisa hanya mengandalkan pola bisnis lama di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Perusahaan dituntut mencari cara-cara baru agar biaya operasional tetap efisien tanpa membebani konsumen.
Salah satu langkah yang dilakukan SiCepat ialah mengalihkan sebagian pengiriman dari jalur udara ke moda laut. Strategi itu ditempuh setelah biaya avtur mengalami kenaikan yang berdampak pada ongkos logistik.
Imam mengatakan peralihan tersebut dilakukan untuk menjaga biaya pengiriman tetap terkendali sehingga konsumen tidak merasakan dampak signifikan dari tekanan biaya energi.
"Again tadi ya, itu kembali lagi bagaimana pelaku logistik ini bisa berinovasi. Kalau kita bisa merespons geopolitik tadi dengan membangun resiliency energi, kemudian ada perubahan moda dari air freight ke sea freight," ujarnya.
Baca Juga: SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit
Dia menilai inovasi menjadi kunci agar industri logistik tetap mampu bertumbuh meski dihadapkan pada tantangan ekonomi.
Menurut Imam, selama pelaku industri dapat menemukan cara yang lebih efisien dalam operasional, prospek pertumbuhan sektor logistik masih cukup terbuka.
"Kalau bicara apakah optimis? Selama kita bisa mengupayakan berinovasi, kita cukup optimis," katanya.
Berita Terkait
-
Rupiah Anjlok Lagi, Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Biang Kerok
-
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.652 per Dolar AS
-
Rupiah Melemah Tekan Industri Telekomunikasi, XLSmart Fokus Kejar Pelanggan Berkualitas
-
Harga BBM Naik, SiCepat Pilih Tahan Ongkir Ketimbang Bebani Konsumen
-
Prabowo Patok Rupiah Hingga Rp 17.500/USD di RAPBN 2027
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka
-
Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja
-
Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru
-
Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru
-
Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH
-
Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah
-
Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan
-
Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah
-
Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan