Suara.com - Mari jadikan Ramadan kali ini sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Pendiri Pusat Studi Al Qur’an (PSQ) Prof Muhammad Quraish Shihab menjelaskan makna dari Ramadan yang berarti panas terik membakar.
Makna tersebut berasal dari situasi atau cuaca yang begitu panas saat dinamainya bulan Ramadhan.
“Ramadhan itu ada yang berkata panas terik yang membakar. Penamaan ini boleh jadi karena waktu mereka mengalami cuaca yang sangat panas Ramadhan datang,” jelas Prof Quraish Shihab, dikutip dari akun instagram pribadinya.
Mengutip NU.OR.ID Quraish Shihab juga menerangkan makna lain dari Ramadhan, yaitu bulan dileburkannya dosa-dosa setiap Muslim.
Dalam Al Qur’an dikatakan penggunaan kata Ramadhan sebagai isyarat terbakarnya dosa dan keburukan dari manusia.
“Al Qur’an menggunakan kata ini untuk mengisyaratkan bahwa di bulan itu terbakar dosa-dosa sehingga bisa dikatakan Ramadhan adalah bulan terhapusnya dosa dan keburukan,” terang pakar tafsir jebolan Al-Azhar Kairo itu.
Kedua makna tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat umat Islam agar bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan, sehingga segala dosa dan keburukan terlebur habis.
“Semoga Ramadhan kali ini menghapus dosa dan keburukan yang telah kita semua lakukan, dan menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih baik,” tutur cendekiawan yang kini berusia 80 tahun ini.
Baca Juga: Cuma 4 Bahan! Begini Resep Anti Bau Mulut Saat Puasa Ramadhan ala Dokter Zaidul Akbar
Pada kesempatan lain, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zakky Mubarak mengungkapkan bahwa semua amal umat manusia itu untuk dirinya sendiri kecuali puasa.
"Puasa itu adalah untuk-Nya, kata Tuhan," tutur Kiai Zakky Mubarak dalam video tausiyah yang diungah melalui akun facebook pribadinya.
Kemudian, ia mengutip sebuah hadits qudsi yang menyatakan bahwa ibadah puasa itu untuk Allah.
"Semua amal perbuatan anak Adam -yakni manusia- itu adalah untuknya, melainkan berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan balasan dengannya,” demikian firman Allah yang dikutip Kiai Zakky.
Kiai Zakky mengajak umat Islam untuk memahami bahwa puasa Ramadhan merupakan ibadah istimewa yang harus diisi dengan amal shaleh dan ketakwaan yang tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Vonis 10 Tahun Belum Final, Nadiem Makarim Akan Jalani Sidang Banding
-
Purbaya Pastikan Ambil Alih Utang Kereta Cepat, Tinggal Tunggu Danantara
-
Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
-
Tahun Ajaran Baru Dimulai, MBG Hadir Lagi: Kritik Publik Kembali Menggema?
-
Fafa Sumenep Bawa Pesan Positif Lewat Single Bismillah Karena Cinta
-
Bagaimana Cara Memilih Sunscreen yang Aman untuk Anak-anak?
-
Buang Sampah Sembarangan: Mengapa Kita Masih Takut Menegur Pelanggar?
-
Objektivitas Penanganan Kasus Febrie Diragukan, Komjak Dinilai Gagal Jalankan Fungsi Pengawasan
-
Selebrasi Argentina Picu Kontroversi, Apa Makna Spanduk Las Malvinas?
-
Aksi Sindikat Penipuan Online Berkedok Lelang Mobil Berakhir, Empat Pelaku Dibekuk Polisi