Suara.com - Umat Muslim seluruh dunia saat ini tengah melaksanakan puasa Ramadhan. Lantas, kira-kira sekarang puasa Ramadhan ke berapa? Nah untuk mengetahuinya, simak berikut ini penjelasannya lengkap dengan informasi hari besar di bulan Ramadhan.
Diketahui bahwa melaksanakan puasa Ramadhan merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim. Bahkan, kewajiban untuk melaksanakan puasa Ramadhan ini telah tercantum dalam Al Quran.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
Ya ayyuhallazina amanụ kutiba 'alaikumus-siyamu kama kutiba 'alallazina ming qablikum la'allakum tattaqun
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al Baqarah: 183)
Sekarang puasa Ramadhan ke Berapa?
Mungkin masih ada sebagian Muslim yang belum mengetahui sekarang puasa Ramadhan ke berapa. Seperti yang diketahui bahwa awal 1 Ramadhan 1445H versi Pemerintah jatuh pada 12 Maret 2024 dan versi Muhammadiyah jatuh pada 11 Maret 2024.
Jadi menurut versi Pemerinah, puasa hari ini, Senin, 25 Maret 2024 merupakan puasa Ramadhan ke-14. Sementara menurut versi Muhammadiiyah, puasa hari ini 25 Maret 2024 merupakan puasa Ramadhan ke-15.
Hari Besar di Bulan Ramadhan
Pada bulan Ramadhan, ada beberapa hari besar yang sangat dinantikan oleh umat Muslim. Adapun hari besar tersebut yaitu malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar. Lantas, kapan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar? Berikut ini penjelasannya dan keutamaannya.
Kapan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar
Nuzulul Quran merupakan malam pertama kali diturunkannya Al Quran pada tanggal 17 Ramadhan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Sedangkan malam Lailatul jika berdasarkan hadis Rasulullah SAW, malam Lailatul Qadar ini ada pada 10 hari terakhir puasa Ramadhan.
Baca Juga: 35 Desain Banner dan Spanduk Nuzulul Quran 2024 Gratis Kualitas HD, Siap Cetak!
Keutamaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar
Malam Nuzulu Quran dan Lailatul Qadar memiliki sejumlah keutamaan. Adapun salah satu keutamaannya yaitu malam turunnya para malaikat. Ini tercantum dalam surah Al Qadar ayat 4 yang bunyi ayat seperti berikut ini:
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
Artinya: "Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan."
Selain itu, keutamaannya lainnya yaitu sebagai malam yang lebih baik dari malam seribu bulan sebagaimana termaktub dalam surat Al-Qadr ayat 3.
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: "Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan."
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya
-
Amalan dan Anjuran Bulan Sya'ban Menurut Ustaz Adi Hidayat
-
Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Doa Malam 27 Rajab, Mustajab Memohon Cita-cita
-
Amalan-amalan Bulan Syaban Menurut Anjuran Rasulullah dan Ulama
-
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah
-
Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup
-
Awal Rajab NU dan Muhammadiyah 2025, Ini Tiga Amalan yang Bisa Dijalankan
-
Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Apakah Boleh Menurut Ulama dan Fiqih?
-
KH Abdul Muid Ahmad, Ulama Rendah Hati dari Ponpes Al Muayyad Wafat Hari Ini