Anak berusia 5 tahun dikabarkan terkena kista ovarium, hal ini membuatnya harus menjalani operasi pembedahan. Menurut keterangan ibunya, hal ini terjadi lantaran ia tak menjaga pola makan sang anak.
"Orang selalu menegur aku "biarkan saja dia makan apa yang dia mau, kasihan anakmu masih mau makan," ujar sang ibu dalam bahasa Melayu dikutip dari negaramerdeka.
"Sakit yang ia tanggung itu membuat aku stres, aku ikut menangis. 2 hari setelah operasi bayangkan sakitnya seperti kita menahan sakit mau bersalin," imbuhnya.
Sang ibu menyebut penyakit anaknya ini diduga akibat ia terlalu membebaskan makanan anaknya. Memang sang anak gemar makan daging, roti, hingga olahan kacang kedelai.
"Awalnya dia cuma terjatuh saat bermain dengan temannya, kemudian dia bilang sakit perut, muntah-muntah, dan mudah lelah. Sebelum kejadian dalam seminggu kami banyak acara keluarga, dia senang makan roti, lamb chop, dan daging-dagingan," jelasnya.
"Hingga suatu malam dia mulai sakit dan terus muntah, bahkan dia terus menangis tiap 20 menit sebelum operasi seperti orang mau bersalin. Saat itu aku ikut nangis karena aku lalai. Rasanya aku merasa bersalah kepada anakku yang baru 5 tahun sudah mengalami hal ini," sambungnya.
Saat itu dokter mengatakan sang anak terkena kista, dan rahimnya harus diangkat. Singkat cerita sang ibu memperingati agar orang tua lebih perhatian dengan makanan anak-anaknya.
"Pendek cerita, jagalah makanan anak-anak, ROTI, MINUMAN SOYA, TEMPE GORENG, LAMB CHOP, DAGING KARI, KAMBING KARI, KUE MANIS, KENTANG GORENG, SOSIS adalah makanan kesukaan anakku. Asal dia mau makan, kita gak masalah, akhirnya Tuhan menegur aku. Semoga pengalaman ini bisa jadi pelajaran untuk kamu," tutupnya.
Lalu, benarkah makanan olahan kedelai bisa menyebabkan kista? Begini penjelasannya dirangkum dari Alodokter.
Baca Juga: Semarang Zoo Dapat Hibahan Dua Gajah dari Borobudur, Ini Namanya
Rupanya, belum ada penelitian yang mengatakan bahwa kacang kedelai berpengaruh pada pertumbuhan kista. Namun beberapa penelitian menganjurkan membatasi beberapa makanan yang memicu pertumbuhan sel abnormal atau kanker, seperti: alkohol, kafein, seafood, makanan cepat saji, makanan yang diawetkan, dan makanan yang dibakar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
MotoGP Terapkan Aturan Baru Pit Lane di GP Prancis, Pengawasan Makin Ketat
-
Petualangan Penuh Makna ke Museum Blambangan dan Pantai Pulau Santen
-
Marc Marquez Ambil Jalan Berbeda di Le Mans, Ducati Terbelah Opsi Aero GP26
-
Ulasan Novel Cantik itu Luka: Ketika Kecantikan Justru Menghadirkan Luka
-
Wanginya Bikin Nagih! 5 Parfum Daily Wear Remaja Perempuan yang Affordable
-
Profil Timnas Jepang: Samurai Biru Siap Bikin Geger di Piala Dunia 2026
-
Sempat Viral Letuskan Senpi, Salah Satu Pelaku Curanmor di Bandar Lampung Diringkus Polisi
-
Zulkifli Hasan Target PAN Banten Tiga Besar di Tanah Jawara
-
Daftar Mutasi Polri Mei 2026: Kapolda Sumbar Diganti, Berikut Sosok Penggantinya
-
Profil Timnas Yordania: Kuda Hitam dari Timur Tengah