Selebtek.suara.com - Lembaga survei Charta Politika kembali merilis survei seberapa besar kepuasan masyarakat terhadap pemerintah pusat untuk Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur.
Survei ini dilakukan pada tanggal 24-30 Juni 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 1200 responden per-Provinsi dan margin of error (MoE) +/- 2.83%.
Mengunakan metode acak bertingkat, dengat tingkat kepercayaan 95%, survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur dengan protokol kesehatan yang ketat.
Berdasarkan survei di wilayah Provinsi Jawa Barat, 57,2 persen mengaku cukup puas dan 6,8 persan mengatakan sangat puas. Sementara 29,9 persen kurang puas dan 4 persen tidak puas sama sekali atas kinerja Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin. Sisanya yakni 2,2 persen memilih tidak menjawab.
Tingkat kepuasan masyarakat di Jawa Tengah lebih tinggi yakni 67 persen mengaku cukup puas, 14 persen mengaku sangat puas. Sedangkan yang mengaku tidak puas sama sekali 1,2 persen dan kurang puas sebesar 17,1 persen. Sisanya 0,8 persen memilih tidak menjawab.
Di daerah Jawa Timur, responden yang mengaku cukup puas sebesar 56,8 persen, 18,3 persen mengaku sangat puas. Sedangkan yang tidak puas sama sekali sebesar 1,8 persen dan kurang puas 16,9 persen. Sisanya 6,3 persen memilih untuk tidak menjawab.
Meski responden masyarakat di tiga provinsi lebih banyak yang mengaku puas terhadap kinerja pemerintah, namun mereka tidak setuju bila ada penundaan pelaksanaan pemilihan umum. Wilayah Jawa barat responden yang memilih tidak setuju adanya penundaan pemilu sebesar 77,5 persen, 13,3 persen memilih setuju dan 9,3 persen memilih tidak menjawab.
Persentase yang hampir sama juga terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Jawa Tengah 71,8 persen memilih tidak setuju, 21,8 persen memilih setuju dan 6,4 persen memilih tidak menjawab. Sedangkan responden di Jawa Timur 74,6 persen memilih tidak setuju, 15,1 persen memilih setuju dan 10,2 memilih tidak menjawab. (*)
Baca Juga: KPK Cekal Eks Dirut Pertamina ke Luar Negeri Demi Usut Kasus Korupsi LNG
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati