Selebtek.suara.com - Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengajak masyarakat untuk membersihkan institusi Polri dari tangan mafia dan oknum-oknum penjahat.
"Mari kita rebut Polri dari tangan mafia, setuju gak? Polri tidak boleh lagi di tangan mafia. hantaran-hantaran mafia itu kepada pejabat harus ditolak," kata Kamaruddin dikutip Selebtek dari Kanal YouTube Seleb Oncam News, Sabtu (27/8/2022).
Kamaruddin bahkan menyarankan agar gaji Polri dinaikkan. Hal ini bertujuan agar institusi ini tidak tunduk kepada mafia. Menurutnya dengan bergaji besar, Polri tidak akan mengabdi kepada penjahat dan menerima "hantaran" dari mafia.
"Bila perlu kita tingkatkan gaji Polri tuh minimal Rp25 juta perbulan yang jenderal ratusan juta yang penting jangan mengabdi kepada penjahat dan mafia. Penjahat judi, penjahat tata niaga, penjahat narkoba, sabu minuman keras," tegasnya.
Kamaruddin menjadi sosok yang berperan penting dalam mengungkap misteri kematian Brigadir J. Sikapnya yang lantang dan berani memperjuangkan keadilan membuat publik penasaran dengan sosok pengacara asal Tapanuli itu.
Kamaruddin sempat mengungkap bahwa dirinya tidak akan gentar mengungkap fakta fakta yang sudah ia kumpulkan untuk mengungkap pembunuhan Brigadir J meski harus berhadapan dengan tokoh-tokoh besar.
"Kita sudah bosan diteror," ujar Kamaruddin
"Pokoknya bandit yang harus takut sama kita jangan pernah takut sama bandit," lanjutnya.
Kamaruddin mengaku tidak peduli terkait ancaman dan teror yang dia dapatkan karena membela kasus Brigadir J mati-matian dan menyerang institusi.
Baca Juga: Jersey Ke-3 Timnas Indonesia Usung Semangat Maritim
"Saya tidak peduli, mau diteror, mau dipotong, mau dibunuh saya nggak peduli. Mati aja untung apalagi hidup itu kalau prinsip saya," katanya.
Kamaruddin juga percaya kepada Tuhan yang pasti akan menolongnya.
"Istri saya saja sudah dibakar hidup-hidup dalam mobil faktanya masih selamat," tutur Kamaruddin.
Ia pun menyebut selamat dari ancaman pembunuhan saat menangani beberapa kasus di masa lalu. Karena itulah ia merasa tidak gentar saat berhadapan dengan lawan-lawannya.
"Saya sudah dikasih uang Rp11 miliar dulu membunuh saya waktu 2011, waktu saya buka wisma atlet yang berujung pada e-KTP, saya masih hidup. Jadi untuk apa kita takut?," ujarnya.
"Kita kalo berani dan tidak takut, kejahatan yang habis, penjahat yang berkurang, bener gak. tapi kalau kita takut sama mafia sama penjahat maka penjahat itu subur kejahatan itu subur," sambungnya.(*)
Berita Terkait
-
Kamaruddin Simanjuntak Cerita Disembah Sujud Presiden, Bocah 12 Tahun Temukan Mayat Bayi
-
Denny Siregar Klaim Bukan Pecinta Ferdy Sambo Tapi Kokoh Bela Polri: Gua Nggak Sendirian Lawan Intoleran!
-
Putri Candrawathi Bantah Terlibat Pembunuhan Berencana Brigadir J
-
Kenyang Diteror, Kamaruddin Simanjuntak Ungkap Istri dan Anaknya Pernah Dibakar Hidup-hidup
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak