/
Selasa, 06 September 2022 | 14:21 WIB
Bupati Banyumas Achmad Husein di depan rumah dinasnya (Hestek.id)

Selebtek.suara.com - Mahasiswa di Banyumas menggelar aksi penolakan kenaikan harga BBM di depan Kantor DPRD Banyumas. Aksi tampak tertib dan sesuai arahan.

Menariknya, di tengah orasi keras tentang kebijakan tersebut, tiba-tiba Bupati Banyumas Achmad Husein dan Ketua DPRD Banyumas Budhi Setiawan keluar dari kantor mereka dan menjumpai mahasiswa. 

Achmad dan Budhi pun langsung berdiri di atas mobil komando para mahasiswa. Di sana mereka berjanji akan menyampaikan tuntutan para mahasiswa untuk menurunkan harga BBM. Mereka sepakat jika harga BBM tidak boleh dinaikan.

"Iya kemarin sempat keluar pak bupati sama pak dprd, sudah sepakat juga sama mahasiswa untuk penurunan harga BBM bersubsidi. Cuma kan harus disampaikan juga ke pengurus pusat. Tapi setidaknya sudah ada dukungan dari pemerintah daerah," ucap Nita yang ikut dalam aksi unjuk rasa.

Titik kumpul aksi yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dilakukan di Pusat Kegiatan Mahasiswa Unsoed. Tuntutan mereka cukup jelas dengan meminta pemerintah mencabut kebijakan kenaikan harga BBM.

Salah satu mahasiswa Unsoed Bagus Hadikusuma menyampaikan kegelisahan rakyat dimana keputusan pemerintah yang menaikan BBM sangat tidak masuk akal. Lantaran, menurutnya harga minyak dunia tidak mengalami kenaikan.

“Kaget ya, aduh, kenapa pemerintah zaman ini rezimnya jahat banget sama rakyat. BBM naik disaat ekonomi (dalam negeri) belum pulih dan sedang berusaha bangkit," ungkap Bagus.

Diharapkan aksi yang digelar para mahasiswa ini dapat menggelorakan elemen masyarakat Banyumas untuk terus menyuarakan penolakan kenaikan BBM. Semoga aksi tersebut juga terus digencarkan sampai di tingkat nasional.

“Kalo dari BEM Unsoed kemaren sudah melaksanakan aksi di daerah ya, nah rencananya dari kita juga ingin membersamai aksi di nasional” beber Bagus. (*)

Baca Juga: Modus Jadi Pemulung, Maling Gasak Motor di Cakung

Sumber: Suara.com

Load More