Selebtek.suara.com - Aktivis HAM , Haris Azhar mengaku bahwa kantornya sering dimintai uang oleh oknum dari kepolisian. Hal tersebut menyebabkan ia memiliki pandangan miring terhadap institusi penegak hukum itu.
Haris Azhar menyebut, profesinya sebagai aktivis HAM membuatnya sering berurusan dengan aparat kepolisian, hingga praktik kotor oknum kepolisian itu kerap ia temukan.
"Sering ketemu polisi, kantor saya tuh seringlah dimintai duit sama polisi, penyidik," kata Haris sebagaimana dilansir jateng.suara.com-media jaringan Suara.com dari video tiktok @unpacking.id.
Aktivis yang juga pernah aktif di KontraS ini bahkan menyebut oknum polisi akan bekerja jika ada imbalan uang.
"Jadi mereka (oknum polisi) bilang kita, kerja kalau ada duitnya," lanjutnya.
Akhirnya Haris mempunyai kesimpulan bahwa selain ada perintah dari atasan, oknum polisi itu mau bekerja atau segera bertindak jika kasus tersebut viral atau ada imbalan tambahan.
"Makanya saya punya teori sejak jaman saya di KontraS dulu saya udah punya kesimpulan, polisi itu kerja karena tiga," ujarnya.
"Kalau ada atensi namanya (perintah) dari pimpinan, yang kedua kalau dibayar/ada uang/disuap, yang ketiga kalau viral," ungkapnya.
Sontak saja, video itu pun mendapat beragam tanggapan dari warganet. Sebagian besar dari mereka setuju dengan pendapat Haris Azhar.
Baca Juga: 4 Hal yang Wajib Dikuasai oleh Calon Mahasiswa sebelum Masuk Kuliah
"Nggak kaget," ujar salah satu netizen.
"Kalau lihat polisi langsung ingat dompet," timpal yang lainnya
"1000% bener," komentar netizen lainnya.
"Kerja kalau ada amplop coklat," timpal netizen yang lain.
"Benar dan fakta memang begitu," imbuh yang lain.(*)
Sumber: jateng.suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta
-
7 Sepatu Lari Lokal dengan Desain Paling Berani: Berani Pakai Warna Tabrak Saat Lari?
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Real Madrid Memanas! Federico Valverde Dilarikan ke RS Usai Baku-hantam dengan Tchouameni