/
Kamis, 22 September 2022 | 11:20 WIB
Ilustrasi batu kristal (alusruvi/Pixabay)

Selebtek.suara.com – Susunan lengkap permukaan Bulan telah lama menjadi misteri. Selain misi Apollo pada 1970-an, manusia belum mengunjungi Bulan dalam beberapa dekade.

Dilansir dari CBR.com, melalui sampel bulan yang dikumpulkan Chang'e e-5 China, Negeri Tirai Bambu itu menemukan sebuah kristal yang mungkin merupakan cara memanfaatkan energi tak terbatas.

Misi ini melakukan kontak dengan permukaan bulan di tahun 2020. Sejak saat itu, sekitar empat pon batu Bulan dikumpulkan dan dikirim ke Bumi

Dengan penemuan kristal Bulan baru ini, China dan negara-negara lain mungkin memiliki lebih banyak alasan untuk melakukan perjalanan ke permukaan Bulan.

Chang'e 5 di Bulan (sumber: Eurakalert)

Salah satu bahan utama yang ditemukan di kristal Bulan adalah helium-3, yang diyakini para ilmuwan bisa menjadi sumber bahan bakar yang stabil untuk reaktor fusi nuklir.

Bahan ini sangat langka di Bumi menurut Vice. Tapi, tampaknya begitu mudah ditemukan di Bulan. Dengan kristal tersebut, manusia bisa membuat reaktor fusi nuklir lebih layak untuk pembangkit listrik di masa depan.

Namun, masih ada masalah pengiriman kristal Bulan ke Bumi, terutama dalam jumlah yang dibutuhkan untuk bahan bakar reaktor fusi. 

Tapi, jika terbukti tersedia secara terbuka seperti yang diyakini para ilmuwan, kita mungkin melihat beberapa terobosan dalam fusi nuklir di masa depan. 

Ini akan memungkinkan kita berhenti memanfaatkan bahan bakar fosil yang berbahaya, yang selanjutnya membantu masalah perubahan iklim yang sedang berlangsung. (*)

Baca Juga: 4 Hal yang Menyebabkan Kamu Sulit Konsisten, Mudah Kehilangan Motivasi!

Load More