/
Selasa, 27 September 2022 | 13:04 WIB
Ada begitu banyak kelakuan minus Meghan Markle yang diungkap dalam Buku berjudul Courtiers: The Hidden Power Behind the Crown. (instagram.com/sussexroyal/)

"Saya rasa Meghan mungkin mengira akan menjadi Beyonce-nya Inggris," kata mantan orang dalam istana kepada Valentine Low, penulis buku tersebut.

Sayangnya, kenyataan tak seperti hal-hal yang diperkirakan. Setelah menikah dengan Pangeran Harry pada Mei 2018, pasangan itu memutuskan mundur dari tugas mereka sebagai bangsawan senior pada 8 Januari 2020.

"Dia (Meghan Markle) menemukan begitu banyak aturan yang sangat konyol sehingga dia bahkan tidak bisa melakukan hal-hal yang bisa dia lakukan sebagai individu pribadi, itu sulit," ungkap narasumber di buku itu.

Harry dan Meghan Markle akhirnya resmi terlepas dari tanggung jawab sebagai anggota keluarga kerajaan Inggris pada Februari 2021.

Mereka sekarang tinggal di Montecito, California, dengan kedua anak mereka, Archie dan Lilibet.

4. Meghan Markle Kerap membuat Staff Kerajaan sakit hati

Buku Courtiers: The Hidden Power Behind the Crown yang ditulis oleh Valentine Low juga mengungkap nama panggilan Meghan Markle yang diberikan oleh para staf kerajaan. Mereka menyebut ibu dua anak itu 'sosiopat yang narsis'.

Julukan tersebut diberikan lantaran Meghan Markle disebut kerap membuat mereka sakit hati. Banyak perlakuan yang membuat staf ketakutan, seperti kerap memaki dan berbuat seenaknya.

Meghan Markle dan Pangeran Harry pun kemudian diminta untuk melakukan staf dengan lebih hormat. Namun, tanggapan yang diterima dari Meghan sangat tak disangka.

Baca Juga: Punya Banyak Ide? Baca Buku Making Ideas Happen untuk Merealisasikannya

"Bukan tugasku untuk memanjakan orang," ujar Meghan Markle kala itu.

Menurut rencana Buku Courtiers: The Hidden Power Behind the Crown yang ditulis oleh Valentine Low ini dijadwalkan  rilis pada 6 Oktober 2022 mendatang.

Load More