/
Jum'at, 30 September 2022 | 18:40 WIB
Peti pendingin jenazah (Tangkapan layar)

Selebtek.suara.com - Seorang pria India berusia 74 tahun, keliru dinyatakan meninggal dan dimasukkan ke dalam tempat pendingin jenazah, kekeliruan ini disadari keesokan harinya. Ketika ingin diselamatkan upaya tersebut gagal, dan kakek tersebut pun dinyatakan benar-benar meninggal. 

Mengutip dr akun instagram @update.dunia_, pria tersebut bernama Balasubramanyam. Ia dinyatakan meninggal pada hari Senin setelah dibawa ke rumah sakit, namun tidak jelas apa penyebab. la lalu ditempatkan di tempat pendingin jenazah sampai keesokan harinya.

Ketika pengurus datang ingin mengambil tubuhnya untuk melakukan pemakaman, petugas tersebut melihat tubuh kakek 74 tahun itu gemetar. la pun menyadari bahwa sang kakek ternyata masih hidup.

Balasubramanyam kemudian dibawa ke rumah sakit kedua, namun sayangnya nyawa sang kakek tidak dapat diselamatkan. Kemudian ia kembali dinyatakan meninggal pada hari Jumat (16/10/2020).

Dokter rumah sakit pemerintah di selatan kota Salem, yakni Dr Balajinathan, mengatakan pasien dirawat dalam kondisi mengantuk setelah penyelamatannya dan meninggal karena masalah terkait paru-paru.

Dokter ini mengatakan kepada BBC Tamil, tidak diketahui berapa jam pria lansia itu berada dalam tempat pendingin jenazah. 

Setelah dinyatakan meninggal oleh dokter di rumah sakit Swasta pada hari Senin, keluarga kakek itu membawa pulang jenazahnya dan memanggil pengurus setempat untuk mengirim kotak lemari pendingin.

Mereka kemudian memberi tahu kerabat bahwa mereka akan mengadakan pemakaman pada hari Selasa. 

Perusahaan pemakaman mengatakan bahwa mereka diberitahu oleh saudara laki-laki Balasubramanyam bahwa ia memiliki surat yang ditandatangani oleh seorang dokter tentang kematiannya. 

Baca Juga: Indonesia Optimistis Jadi Pusat Industri Halal Dunia

Kepala polisi Salem yakni Senthil Kumar mengatakan keluarga tersebut tidak dapat menunjukkan sertifikat medis atas kematian kakek itu. 

Polisi juga memperkarakan keluarga karena bertindak gegabah atau lalai membahayakan nyawa manusia. Kepala polisi juga menjelaskan, pihak keluarga mengklaim bahwa ia juga menderita masalah neurologis. 

Rumah sakit swasta tempat awal ia dinyatakan meninggal juga sedang diselidiki.

Balasubramanyam tinggal bersama istri, dua anak perempuan dan saudara laki-lakinya. Tidak jelas bagaimana ia bertahan dari suhu beku di dalam kotak pendingin itu. 

Tag

Load More