Selebtek.suara.com - Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol umumkan masa berkabung nasional usai tragedi pesta Halloween di Itaewon yang telah merenggut nyawa sekitar 151 orang.
Pada tanggal 30 Oktober KST, pagi setelah kejadian memilukan tersebut, Presiden Yoon Suk Yeol mengadakan konferensi pers di Kantor Kepresidenan Yongsan.
Ia mengumumkan masa berkabung nasional selama 7 hari, dimulai pada 30 Oktober hingga 5 November.
Menanggapi pengumuman Presiden tersebut, industri hiburan mulai membatalkan sejumlah
Korea Selatan membatalkan atau menunda berbagai program dan acara.
Di antara program yang dibatalkan, yaitu SBS telah membatalkan acara musik 'Inkigayo', 'Animal Farm,' dan 'Running Man,' tvN telah membatalkan episode 'Comedy Big League' dan 'The Game Caterers 2,' KBS telah membatalkan '1 Night, 2 Days' dan 'Boss in the Mirror,' dan MBC telah membatalkan episode 'King of Masked Singer' hari ini.
Beberapa acara musik, termasuk 'Halloween Strike Music Festival 2022' dan 'Busan One Asia Festival 2022,' juga telah dibatalkan.
Perayaan Halloween yang diselenggarakan juga telah dibatalkan di taman hiburan Everland serta distrik perayaan Halloween yang populer seperti Hongdae.
Agensi SM Entertainment juga telah membatalkan pesta Halloween 'SMTOWN Wonderland 2022' yang harusnya digelar pada hari ini.
Diberitakan sebelumnya, pesta Halloween di jantung kota Seoul, Itaewon pada Sabtu (29/10/2022) berujung bencana.
Korban tewas akibat kerumunan massa yang berdesakan di gang sempit dan curam Itaewon terus bertambah. Berita terbaru sebanyak 151 orang meninggal dunia akibat terinjak-injak, kehabisan nafas dan terkena serangan jantung.(*)
Sumber: Allkpop
Tag
Berita Terkait
-
Populer Karena Tragedi Pesta Halloween, Itaewon Tempat Apa?
-
Apa Itu Henti Jantung? Diduga Penyebab Ratusan Kematian di Pesta Halloween Itaewon
-
Pesta Halloween SM Entertainment dan Inkigayo SBS Batal Usai Tragedi Itaewon
-
149 Tewas Terinjak-injak dan Kena Serangan Jantung di Gang Curam Itaewon Saat Rayakan Halloween
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air