/
Jum'at, 02 Desember 2022 | 16:52 WIB
Bharada E (Suara.com/Alfian Winsnto)

Selebtek.suara.com - Richard Eliezer atau Bharada E mengaku tersiksa saat ditahan di Bareskrim Mabes Polri usai ditetapkan sebagai terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Ia menceritakan kisahnya kepada sang ibunda, Rineke Alma Pudihang.

Hal ini diungkap Rineke saat menjadi tamu program acara Rosi yang diunggah juga akun YouTube Kompas TV, mengutip Suara.com, Jumat (2/12/2022).

Menurut Rineke, Richard Eliezer menelepon dirinya sambil menangis menceritakan pengalaman pahit setelah tiga hari mendekam di dalam sel.

"HP saya bunyi, dia (Richard) nangis, waktu itu dia bilang mamah, saya sudah tersiksa saya merasa tersiksa ditahan 3 hari, dia bilang," ujar Rineke.

Diketahui, Bharada E mulai ditahan pada 3 Agustus 2022. Ia merasa tersiksa karena hanya diberi makan nasi dan sayuran selama ditahan. Sementara, terdakwa yang lain seperti Ferdy Sambo dan beberapa rekannya masih enak menghirup udara bebas.

Karena hal itu, ia memutuskan untuk berbicara jujur membongkar fakta yang sebenarnya terjadi saat pembunuhan Yosua di rumah Ferdy Sambo.

"Mama saya sudah sangat tersiksa hanya makan nasi dan sayur dan mereka yang terlibat enak-enak di luar. Saya akan bicara jujur," kata Rineke menirukan ucapan Eliezer.

"Saya sudah mau jujur malam ini mama, jadi dia bilang sama mama dan bapaknya malam itu harus ke Mabes ketemu dia. Saya menangis lama saat teleponan," lanjutnya.

Rineke akhirnya menghadap ke pihak Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok bersama suaminya, Sunandag Yunus Lumiu  untuk izin ke Mabes. 

Baca Juga: Eks Menteri ATR Ferry Mursyidan Baldan Meninggal di Mobil Diduga Sakit, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda-tanda Kekerasan

Usai bertemu dengan kedua orangtuanya, Eliezer memberikan pengakuan yang mengejutkan. Di antaranya ia mengaku diperintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.(*)

Sumber: Suara.com

Load More