Selebtek.suara.com – SIM yaitu surat izin mengemudi yang bisa didapatkan ketika seseorang dinyatakan lulus ujian mengemudi dalam beberapa tahap. Salah satu tahap yang harus dilalui untuk mendapatkan SIM yaitu praktek mengemudi.
Namun, tak jarang beberapa orang lebih memilih membuat SIM menggunakan jasa calo. Hal ini dikarenakan sulitnya tes berkendara yang harus dilalui untuk membuat SIM. Sedangkan jika menggunakan calo, calon pemegang SIM dikabarkan tidak perlu mengikuti tes berkendara.
Kesulitan dalam praktek mengemudi ini karena jalan yang harus dilewati para pengemudi. Ada beberapa rintangan jalan dalam mengemudi seperti berbentuk angka delapan hingga jalan yang membentuk zig-zag.
Kebanyakan pengendara sepeda motor mengeluhkan dua rintangan ini. Hal ini karena kedua rintangan dianggap cukup sulit untuk dilalui.
Namun, Satlantas Polres Katingan akhirnya menjawab keluhan masyarakat ini. Tampak dalam video yang diposting oleh akun @faktanyagoogle, jalan zig-zag ternyata berfungsi untuk menghindari jalan yang rusak.
Beberapa anggota Satlantas mempraktekan cara mengendarai sepeda motor baik di tempat ujian SIM maupun di jalanan yang rusak.
Namun banyak masyarakat yang tidak setuju dengan alasan ini. Mereka berpendapat jika seharusnya jalan lah yang harus diperbaiki, bukan skill para pengendara motor yang harus ditingkatkan.
“Jalannya yg diperbaiki bukan malah dgn PDnya ngumbar pembenaran,” komentar @bangsa_namek.
“jalannya yg di benerin pak ... bukan aturannya yg malah mbundettt ... mau heran tapiiii ... a..su dahlah,” komentae @ennobale.
Baca Juga: Bedanya Pijat Kejut Listrik dan Terapi Kejut Listrik, Ampuh Mengatasi Otot Kaku?
“itu sama saja menunjukan bahwa jalanan indonesia blm spenuhnya bagus.. dan di minta skill pengendaranya yg d tingkatkan.. bukan jalan nya yg d perbaiki,” tulis raynokosen.
“memperbesar potensi kecelakaan & mencelakai pengendara lain dari arah berlawanan dan di belakangnya. siap keren,” kata nansya_ca.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pemerintah Mulai Genjot Digitalisasi, Pengadaan Barang dan Jasa Bakal Berubah Total
-
UMKM Desa Dibidik Naik Kelas dengan Energi CNG
-
Ribuan Warga Padati Halaman Kantor Gubernur, Bersholawat dan Doa Bersama untuk Korban Bencana NTT
-
BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT
-
Kos di Tebet Terbakar Dini Hari: 4 Orang Tewas, Pemicu Korsleting Mesin Fotokopi
-
Polisi Selidiki Bentrokan Berdarah Kelompok Perguruan Silat di Rejotangan Tulungagung
-
Anime ONE PIECE Resmi Umumkan Dua Film Baru yang Tayang pada 2027 dan 2029
-
Harga Emas di Pegadaian 24 Agustus Kompak Meroket
-
17 Pesawat dan 1.500 Prajurit Tambahan Dikerahkan Tangani Karhutla Kalimantan
-
IHSG Diborong Asing, Cek Saham-saham Rekomendasi Pengamat Hari Ini