Selebtek.suara.com – Baru-baru ini, sutradara terkenal James Cameron memberikan pernyataan bahwa Indonesia menjadi salah satu inspirasinya dalam menggarap film Avatar. Ia mengatakan sudah melakukan riset di beberapa wilayah, salah satu nya di Indonesia.
Penelitian yang ia lakukan meliputi salah satu suku di Indonesia yang berada di wilayah perairan, yaitu Suku Bajo. Suku perairan juga menjadi salah satu cerita di dalam film Avatar 2: The Way of Water. Suku ini bernama Metkayina.
Tak seperti suku Omaticaya di Avatar 1 yang lekat dengan identitas berwarna biru, Suku Metkayina memiliki kulit berwarna hijau. Mata mereka biru dan tubuh mereka cenderung lebih besar.
Sebagai suku yang tinggal di daerah perairan, James Cameron sepertinya memberikan identitas kaki Suku Metkayina yang melebar ke bawah layaknya sebuah sirip.
Nah buat kamu yang belum menonton Avatar 2 dan penasaran mengenai persamaan Suku Metkayina dan Suku Bajo, berikut ada beberapa kemiripan dari suku Bajo dan Suku Metkayina.
1. Hidup di laut
Tidak hanya hidup di laut, Suku Metkayina dan Suku Bajo membangun rumah mereka di atas perairan air laut. Hal ini agar memudahkan mereka untuk beraktivitas di lautan.
2. Mahir Berenang dan Menyelam
Sebagai suku yang tinggal di daerah perairan laut, tak heran jika Suku Bajo mahir dalam berenang. Suku Bajo di dunia nyata dan Suku Metkayina di Avatar 2 mempunyai keahlian yang sangat baik dalam berenang. Mereka mampu menyelam ke lautan hanya berbekal sekali tarikan nafas.
Baca Juga: Jumlah Pengguna HP Realme di 2022 Tembus 15 Juta
3. Mutasi Fisik
Karena telah lama tinggal di laut, Suku Bajo dan Metkayina mengalami mutasi fisik dalam hal pernapasan. Menurut sebuah penelitian, Suku Bajo memiliki limpa lebih besar daripada manusia lain. Hal ini lah yang membuat orang-orang di Suku Bajo mampu berenang di laut dengan sekali tarikan nafas.
4. Bergantung kepada laut
Seperti kebanyakan orang-orang yang hidup di daerah pinggir laut, Suku Bajo dan Suku Metkayina tentunya juga memanfaatkan laut sebagai sumber pangan mereka. Mereka mengambil biota laut untuk dijadikan santapan tanpa mengeksploitasi secara berlebihan.
Suku Bajo akan menggunakan sampan untuk transportasi mereka dalam melaut. Sedangkan Metkayina menggunakan hewan laut untuk membantu mereka melakukan aktivitas di laut.
5. Menghormati Roh Penguasa Laut
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
PTBA Bina Karakter Siswa Ring 1, Anak-anak Disiapkan Jadi Generasi Unggul Masa Depan
-
Sepatu Lari untuk 'Easy Run': 5 Merek yang Bikin Lari Santai Terasa Lebih Menyenangkan
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Paling Hits April 2026: Kualitas Premium, Harga Bersahabat
-
Terkuak Dugaan Modus Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar, Dana Petani Tambak Udang Diduga Tak Tepat Sasaran
-
5 Alasan Bupati Bogor Rudy Susmanto Sebut Pameran APFI 2026 Sebagai 'Lorong Sejarah' Bangsa