Dua tempat itu yakni ruang tamu tempat para bocah tersebut bermain bermain PS, dan ruang kamar tersangka.
5. Korban dipaksa pegang payudara tersangka
Menurut penuturan salah satu orang tua korban, EF, tersangka mengajak korban anak laki-laki ke kamar dan memaksa mereka untuk memegang payudaranya.
Tak hanya itu, tersangka juga menggerayangi alat vital mereka. Kejadian pecehan seksual ini dilakukan tidak hanya sekali, namun berulang kali.
6. Korban dicekoki film dewasa dan memaksa untuk melihat saat tersangka berhubungan intim dengan suaminya
Tak hanya pencabulan, para korban dicekoki film porno dan dipaksa untuk melihat saat tersangka berhubungan badan dengan suaminya.
Sementara itu suami tersangka tidah tahu dirinya diintip anak-anak saat berhubungan badan dengan YS.
7. Korban diiming-imingi bonus gratis rental PS
Modus tersangka dalam memperdaya korban anak laki-laki terbilang sederhana. Ia memberikan gratis atau tambahan waktu cuma-cuma 1 jam kepada korban.
Baca Juga: Ketimbang Minta Sumbangan, Nunung Srimulat Pilih Kerja Untuk Biaya Pengobatannya
"Paksaannya ada, tidak (pakai) kekerasan. Diiming-imingi dia rental PS. Jadi kalau dia bayar 1 jamnya 5 ribu dia ditambah gratis lagi nanti," ujar Kombes Andri Anantha Yudisthira kepada wartawan.
Tersangka membujuk anak-anak dengan janji memberikan tambahan waktu bermain PS di rumahnya. YS kemudian memanggil korban satu per satu masuk kamarnya.
"Dibujuk rayu, salah satunya diberikan tambahan waktu main video game. Iming-iming seperti itu. Banyak di waktu sore hari. Saat ada anak-anak main video game, dia panggil satu per satu untuk masuk ke kamarnya," tutur Andri.
8. Pelaku mengaku diperkosa sebelum ditetapkan sebagai tersangka
Awalnya, tersangka sempat membantah usai dilaporkan oleh sejumlah orang tua korban. Ia justru mengaku diperkosa oleh delapan anak dirumahnya sendiri.
Namun berdasarkan hasil pemeriksaan, akhirnya polisi menetapkan YS sebagai tersangka dan mengamankannya.
9. Tersangka memiliki perilaku seksual menyimpang
Polda Jambi hingga kini terus mendalami kasus pelecehan YS. Kondisi kejiwaan tersangka akan diperiksa di RSJ Jambi
Menurut keterangan suami tersangka, AF, pelaku memiliki perilaku seksual menyimpang. Hal tersebut diungkapkan pria 25 tahun ini, saat dimintai keterangan oleh Penyidik Subdit IV Ditreskrimum Polda Jambi.
AF mengatakan istrinya kerap melukai diri sendiri. Bukan itu saja, Ia juga kerap diancam tersangka jika hasrat berhubungan intim tidak terpenuhi atau tidak terpuaskan.
“Selain kerap melukai dirinya, sang istri juga memiliki perilaku penyimpangan seksual, karena jika tak merasa puas saat menjalani hubungan suami istri, YS kerap mengancam membunuh anaknya yang masih berusia 1 tahun,” tutur Andri.
Tak hanya soal kepuasan, Yunita Sari pun kerap mengancam akan melukai anaknya jika sang suami tak melayani hasrat seksualnya.
“Bila suaminya tidak bisa melayani, tersangka mengancam akan menyiksa anaknya. Akan mencincang dan membunuh anaknya,” lanjutnya.
10. Sosok tersangka di mata tetangga
Berdasarkan pengakuan tetangga, YS ternyata tidak pernah keluar rumah dan bersosialisasi dengan warga yang lain.
Sehari-harinya tersangka berada di rumah karena memiliki usaha rental PS.
11. Korban trauma
Para korban dikabarkan mengalami trauma akibat perbuatan bejat tersangka. Anak-anak korban pelecehan tersebut kini berada dalam pendampingan psikologis oleh UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
12. Tersangka mantan pemandu karaoke
Ketua RT setempat mengatakan tersangka dulunya adalah seorang pemandu karaoke atau LC. Namun, pekerjaan itu dilakukan YS sebelum tinggal di tempat tersebut.
Saat tinggal di sudah dua tahun terakhir YS tinggal di daerah tersebut bersama suami dan seorang anaknya dan membuka usah rental PS, dan warung jajanan anak-anak
13. Tersangka terancam 15 tahun penjara
Atas perbuatannya, Yunita Sari dijerat pasal tentang undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya
-
Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate
-
Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!
-
Komplotan Buzzer Diciduk Polda Metro Jaya, Rp220 Juta Hasil Pembayaran Disita
-
Hasil Babak Pertama: Mitchell Baker Gemilang, Timnas Indonesia Unggul 3-0
-
Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor
-
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan
-
Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron
-
Kenapa John Herdman Tak Berada di Bench Timnas Indonesia? Disamakan dengan Luis Enrique
-
Napi Pekanbaru Kabur Dikejar ke Jakarta, Isu Iming-imingi Petugas Rp30 Juta Mencuat