Selebtek.suara.com - Kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo (20), anak pejabat pajak terhadap David (17), anak pengurus GP Ansor masih menjadi sorotan.
Akibat penganiayaan yang dialaminya, David menderita luka serius di bagian otak dan terbaring koma selama beberapa hari. Kondisinya kini mulai membaik namun masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Polres Jakarta Selatan telah menetapkan Mario Dandy sebagai tersangka dan menahannya. Dalam pengusutan kasus, salah satu teman pelaku, Shane Lukas (19) juga menjadi tersangka.
Keduanya dijerat Pasal 76 C UU Perlindungan Anak juncto Pasal 80 UU RI nomor 35 tahun 2004 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak subsider Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman 5 tahun penjara.
Akibat penganiayaan tersebut, Sri Mulyani mencopot Rafael Alun Trisambodo yang merupakan ayah Mario Dandy dari jabatannya di Direktorat Jenderal pajak pada Jumat (24/2/2023).
Berikut kronologi lengkap penganiayaan Mario Dandy terhadap David, dirangkum Selebtek.suara.com dari berbagai sumber.
Kronologi penganiayaan
Kejadian penganiayaan bermula saat pelaku mendapat aduan dari pacarnya, Agnes (15), bahwa David telah berbuat kurang ajar.
Agnes yang belakangan diketahui merupakan mantan pacar David kemudian mengirim pesan pada korban untuk bertemu dengan dalih ingin mengembalikan kartu pelajar pada Senin (20/2/2023).
Baca Juga: Akibat dari Wajib Militer, Baekhyun EXO Ungkap Berganti MBTI!
David yang saat itu berada di rumah temannya lalu dijemput oleh pelaku dan 3 orang temannya menggunakan mobil Rubicon berwarna hitam.
Setelah dijemput, korban dibawa ke sebuah gang kosong di area Perumahan Green Permata di Jalan Swadarma Raya Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan.
Di situ lah korban dikeroyok dan dianiaya oleh pelaku hingga terkapar tak berdaya.
Pengeroyokan berhasil dilerai oleh pihak keamanan komplek. Korban lalu dilarikan ke Rumah Sakit Mediak Permata Hijau.
Motif penganiayaan
Pelaku melakukan tindakan penganiayaan dipicu rasa marah akibat aduan dari Agnes selaku pacarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Geger Kasus Dandy-Agnes, Netizen: Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Versi Remaja
-
Mario Dandy Selebrasi Usai Hajar David Hingga Koma, Bintang Emon: Itu Arogansi!
-
Intip Koleksi Tas Mewah Milik Ibunda Mario, Ada yang Harganya Ratusan Juta Rupiah
-
Ikuti Jejak Sang Ayah, David Jadi Mualaf Sejak Umur 13 Tahun
-
Setelah Sang Ayah Dicabut dari Jabatannya, Resto Milik Ibunda juga Sampai Digeruduk Netizen Akibat Ulah Mario Dandy
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?