Selebtek.suara.com - Kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy anak dari mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Rafael Alun Trisambodo ke David Latumahina terus menemukan fakta baru.
Salah satunya adalah mobil Rubicon yang dipamerkan oleh Mario Dandy. Ternyata setelah ditelusuri, mobil tersebut bukanlah milik Rafael Alun, melainkan pria bernama Ahmad Saefudin.
Namun yang cukup mengejutkan, Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan mengatakan Ahmad Saefudin bekerja sebagai cleaning service.
"Waktu tim ku ke lapangan fakta ini sudah kami dapatkan," kata dihubungi wartawan, Jumat (3/1/2023).
Di lain sisi, dari pengakuan Rafael Alun, mobil Rubicon tersebut adalah milik kakaknya. Awalnya ia membeli dari Ahmad Saefudin, kemudian dijual ke kakaknya. Namun saat ini kendaraan belum balik nama. Sehingga STNK dan BPKB masih atas nama Ahmad Saefudin.
Saat ini KPK masih terus melakukan penelusuran untuk memastikan pengakuan Rafael tersebut. "Kami sedang lihat transaksi keuangan pada saat beli/jualnya," katanya.
Sebelumnya, tetangga Saefudin, Ani (50) mengatakan jika Saefudin pernah bekerja sebagai cleaning service hingga berjualan kopi.
"(Dia kerja) cleaning service. Kadang dulu-dulu ya dia jualan kopi juga, Indomie juga," ujar Ani.
Dengan profesi seperti itu, Ani tak yakin jika Saefudin mampu membeli mobil Rubicon. Bahkan Saefudin sempat curhat jika penghasilannya masih belum mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: 24 Ton Minyak Goreng Curah Ilegal Beredar di Lampung
"Saya enggak percaya. Buat makan saja susah. Kalau gaji doang, buat makan nggak cukup, katanya dia ya kalau cerita," kata Ani. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati