/
Kamis, 31 Agustus 2023 | 21:27 WIB
Happy Asmara (Youtube Kominfo Trenggalek)

Selebtek.suara.com - Konser Happy Asmara dalam rangka perayaan Hari Jadi Trenggalek yang ke-829 berakhir ricuh karena penonton tidak dapat dikendalikan.

Keributan penonton muncul setelah Happy Asmara menyanyikan lagu pertamanya yang berjudul “Wes Tatas”. 

Konser yang digelar pada Selasa (29/8/2023) itu sempat terhenti saat mantan kekasih Denny Caknan ini menyanyikan lagu “Rungkad”.

Happy Asmara lalu meminta penonton agar tidak berkelahi agar kondisi tetap kondusif.

“Stop, kalau bisa nanti kita kondusif seperti ini ya semuanya, supaya tahun depan kita bisa mengadakan acara seperti ini lagi. Boleh ya? Kita minta kerjasama. Jadi, kalau temen-temen yang mau berantem kan ada ring, di sini adalah hiburan,” kata Happy Asmara dikutip dari kanal Youtube Kominfo Trenggalek, Kamis (31/8/2023).

Meskipun lagu “Rungkad” akhirnya bisa dilanjutkan hingga selesai, beberapa penonton tetap tidak terkendali. Hal ini membuat Happy Asmara semakin kesal, karena suasana konser berubah menjadi tegang.

"Masa iya pendekar berkelahi di tempat hiburan, apa tidak malu kalian!" tegas Happy Asmara.

Happy Asmara kemudian melanjutkan penampilannya, namun tidak berapa lama acara kembali terhenti akibat keributan beberapa penonton di sebelah kiri panggung.

Konser tersebut akhirnya dihentikan oleh kru acara karena penonton saling melempar barang. Hal itu membuat kesabaran Happy Asmara semakin habis.

Baca Juga: Berujung Somasi, Syakir Daulay Panen Hujatan Akibat Dianggap Lecehkan Teks Proklamasi

“Jangan lah jadi jagoan kandang. Sudah diingatkan. Malu-maluin kok. Pulang-pulang dengan wajah lebam, gak malu?” kata Happy Asmara dengan nada kecewa.

Akhirnya, Happy Asmara dan timnya memutuskan untuk mengakhiri konser di Alun-Alun Trenggalek.

“Karena mungkin ada beberapa teman yang kurang berkenan, kami ucapkan terima kasih banyak kepada semua yang hadir hari ini. Terima kasih sudah menemani malam-malam kita," tutur Happy Asmara.

Keributan usai konser rupanya belum berakhir. Penonton yang ricuh bahkan meluas ke jalan depan Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) hingga area depan kantor DPMPTSP Kabupaten Trenggalek.

Bahkan polisi pun sempat melepaskan tembakan peringatan sebanyak 4 kali ke udara untuk meredakan ketegangan.

Imbas kericuhan tersebut, 11 orang diamankan polisi. 10 di antaranya merupakan anggota dari perguruan silat.(*)

Load More