SUARA SEMARANG - Sebagian wilayah di Indonesia masih turun hujan meskipun sudah memasuki musim kemarau.
Fenomena yang biasa disebut kemarau basah ini juga pernah terjadi pada 2010 di Pulau Jawa.
Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (Prima), Organisasi Riset Kebumian dan Maritim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan ada tiga faktor yang membuat musim kemarau 2022 lebih basah dan bahkan di beberapa wilayah tak ada kemarau sama sekali.
Ketiganya adalah pembentukan siklon tropis di Samudra Hindia, aktivitas gelombang ekuator Rossby dan La Nina yang stabil di nilai antara -0,5 hingga -1 derajat Celcius.
"Ini berpotensi membuat sebagian besar wilayah Indonesia mengalami peningkatan hujan sepanjang tahun 2022 serta dapat menimbulkan sifat musim kemarau yang cenderung basah di selatan Indonesia," terang lembaga tersebut.
Berdasarkan data historis, La Nina berkepanjangan selama lebih dari dua tahun berturut-turut juga pernah terjadi pada pertengahan tahun 1998 hingga awal tahun 2000 dan pada saat itu menimbulkan banyak kejadian banjir dan longsor yang meluas di Indonesia.
Dikutip dari suara.com, Peneliti Senior Prima BRIN, Erma Yulihastin menjelaskan bahwa ada di beberapa daerah di Indonesia diprakirakan tak ada kemarau pada tahun ini.
Bahkan pada Agustus ada potensi banjir serta longsor akibat intensitas hujan tinggi, tetapi di saat yang bersamaan akan terjadi suhu udara panas.
Fenomena ini berkemungkinan besar terjadi saat La Nina diperparah oleh Indian Ocean Dipole (IOD) - yakni fenomena antara lautan dan atmosfer yang terjadi di daerah ekuator Samudera Hindia, yang memberikan dampak kekeringan ataupun peningkatan intensitas curah hujan.
Ada dua jenis IOD, yang positif dan negatif. IOD negatif berdampak pada peningkatan curah hujan di Indonesia.
Kombinasi antara La Nina dan IOD negatif, jelas Erma, menyebabkan curah hujan di Indonesia semakin tinggi pada musim ini.
Sementara ketika puncak musim kemarau terjadi di Tanah Air pada Agustus, maka warga Indonesia berpeluang merasakan suhu panas.
Tetapi di waktu yang sama ada potensi IOD negatif mencapai intensitas maksimum sehingga meningkatkan curah hujan di Indonesia.
Berita Terkait
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
Imbas Tembok Sekolah Roboh, Seluruh Siswa SDN Tebet Barat 08 Terpaksa Belajar Daring Hari Ini
-
Bukan Cuma Debu, Ini 7 Pembunuh Senyap Warna Bodi Motor Jadi Tak Estetik
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Federico Valverde Cedera Kepala usai Berkelahi dengan Tchouameni
-
Brighton Perpanjang Kontrak Fabian Huerzeler hingga 2029
-
Jadwal BRI Super League Pekan ke-32, Ada Duel Seru Persija Jakarta vs Persib Bandung
-
Ruang Ganti Real Madrid Memanas, Valverde dan Tchouameni Dikabarkan Baku Hantam
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak