SUARA SEMARANG - Bobby Nasution Walikota Medan berguru soal kerukunan umat beragama pada Kota Semarang.
Bobby Nasution langsung ditemui Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi dan diberikan paparan bagaiman kondusifitas kerukunan umat beragama.
Hendi juga langsung membawa para perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama dari masing - masing wilayah yang dipimpin untuk menunjukan hasil nyata kerukunan umat beragama di Kota Semarang.
Walikota Semarang Hendi mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut penting untuk dilakukan karena Medan dan Semarang memiliki kemiripan, termasuk masyarakatnya yang multif etnis.
Dia pun menegaskan bahwa kondusifitas wilayah adalah sebuah hal yang dinamis, sehingga perlu saling bertukar pengalaman dalam upaya menjaga kerukunan yang telah tercipta.
“Sejak kami mendapat amanah pada 2012 (sebagai Plt. Wali kota) kami mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai agama. Kita tidak berdiskusi tentang mayoritas dan minoritas, yang kita diskusikan adalah kita itu satu keluarga besar Kota Semarang. Kita rangkul semua agar semangat bersama untuk membuat Semarang menjadi semakin hebat,” tutur Hendi.
Hendi juga bercerita bahwa dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan di Kota Semarang, seluruh kelompok dilibatkan. Salah satunya seperti saat menggelar festival ogoh-ogoh dimana semua elemen masyarakat dari lintas agama terlibat.
"Lalu, saat perayaan Natal maupun Paskah tingkat kota saat ini juga dalam kegiatan yang sama, dahulu hal tersebut dilakukan secara terpisah. Hal ini dapat terlaksana juga berkat peran FKUB, dan tentu saja masyarakat," pungkasnya.
Lebih lanjut Hendi juga mengenang adanya kasus di Kota Semarang terkait siswa SMK yang tidak dapat naik kelas karena memeluk aliran kepercayaan.
Persoalan tersebut kemudian ditekankannya dapat diselesaikan dengan baik.
“Di sekolah ini tidak ada ujian pelajaran aliran kepercayaan pak wali, sehingga saya tidak naik kelas," cerita Hendi.
"Baik, FKUB komunikasi dengan tokoh aliran kepercayaan, beliau buat soal untuk dikerjakan siswa tersebut, sehingga ada nilainya dan bisa naik kelas. Jadi persoalannya bukan agama, tetapi nilai di kolom mapel agama harus diisi,” lanjut Wali Kota Semarang tersebut.
Sementara itu, Bobby Nasution, Wali kota Medan, mengungkapkan jika dirinya ingin menjadikan Kota Semarang sebagai percontohan karena kerukunan umat beragama bisa berjalan dengan baik.
Menurutnya, Medan sebagai kota multi etnis ini mempunyai potensi sekaligus ancaman akan kerukunannya.
Karena itu, ia ingin mengetahui cara Kota Semarang dalam mengelola keberagaman.
Ia berharap apa yang belum ada di Kota Medan dari Kota Semarang dapat diaplikasikan agar meningkatkan kerukunan di Kota Medan.
“Banyak yang telah dibangun oleh Pak Hendi dan jajaran pemerintahannya yang membuat Kota Semarang semakin mandiri.
Kota Semarang juga pernah menjadi kota harmoni (memenangkan Harmony Award dari menteri agama). Kalau boleh Pak Wali, menangnya bagi-bagi sama Kota Medan gitu lah Pak,” canda Bobby.
Tag
Berita Terkait
-
Championship 2026/2027 Resmi Dimulai, PSIS Semarang vs PSPS Pekanbaru Jadi Laga Pembuka
-
Kadet Mundur Diduga karena Hijab, DPR: Aturan Unhan Tidak Melarang!
-
Bobby Nasution Resmikan BRT Mebidang, Dorong Integrasi Transportasi Publik Mebidang
-
Bagaimana Cara Kerja Magnet dan Sifat-sifatnya? Ini Penjelasannya
-
Punya Potensi Air Hujan Besar: Mengapa Semarang Hanya Bisa Manfaatkan 27 Persen?
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
5 Sunscreen Tanpa Niacinamide untuk Kulit Kering dan Sensitif
-
3 Zodiak Paling Dibenci, Benarkah Punya Sifat Menyebalkan?
-
Ada Demo Besar di Jakarta, Disdik Kota Tangerang Wajibkan Orang Tua Jemput Siswa 27-28 Agustus
-
Daftar Demo dan Lokasi Aksi Massa Hari Ini 27 Agustus 2026
-
Viva Milk Cleanser Cucumber untuk Kulit Apa? Ini Cara Pakai dan Review Pengguna
-
Dugaan Penyebab Bencana Banjir di Tibet, Ratusan Orang Meninggal Dunia
-
Detik-detik Banjir Bandang Terjang Nepal, 157 Nyawa Melayang dan Ratusan Orang Hilang
-
Rekening Warga Pati yang Sempat Diblokir telah Pulih, Transaksi Kembali Normal
-
Masa Sulit Berakhir, 4 Shio Ini Siap Sambut Peruntungan Baru pada 27 Agustus 2026
-
Nilai Strategis Selat Hormuz Semakin Terkikis, Iran di Ujung Tanduk