/
Selasa, 12 Juli 2022 | 23:32 WIB
Doc. Semarang.suara.com

SUARA SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang meluncurkan program SI BENING sebagai upaya menekan angka stunting.

SI BENING adalah kepanjangan dari Semua Ikut Bergerak bErsama meNangani stuntING, dilaunching di Balai Kelurahan Salaman Mloyo, Kecamatan Semarang Barat, Selasa (12/7/2022).

Peluncuran program SI BENING dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Kota Semarang.

Dengan SI BENING optimis efektif menekan angka stunting di Kota Semarang.

“Konsep SI BENING ini pada dasarnya adalah gotong royong. Insyaa Allah jika semua bergerak bersama persoalan di Kota Semarang dapat diselesaikan dengan cepat, termasuk stunting,” terang Hendrar Prihadi Walikota Semarang.

Sebelumnya, Pemkot Semarang juga telah membentuk DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) di 16 kecamatan.

Merupakan program penanganan stunting berupa pemberian makanan tambahan, penempatan petugas surveilans kesehatan (Gasurkes) di setiap kelurahan, dan pemantauan ibu hamil.

Berbeda dengan DASHAT yang menggunakan anggaran dari pemerintah, SI BENING lebih bersifat swadaya melibatkan masyarakat.

Hendi sapaan walikota, menargetkan angka tersebut dapat turun menjadi 14 persen di tahun 2024, sesuai dengan target nasional yang disampaikan Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: ONE PIECE: Era Baru 4 Pendekar Pedang Terkuat, Shanks VS Zoro, Mihawk VS Vista, Akankah Lampaui Gol D Roger, Shirohige, dan Kozuki Oden?

Dari catatan yang ada, terdapat dua versi terkait angka stunting di Kota Semarang.

Versi pertama yaitu menurut operasi timbang, angka stunting di Kota Semarang adalah 3,10 persen atau 1.367 dari 44.058 anak.

Versi kedua adalah menurut hasil survei SSGI yaitu 21,3 persen atau 65 dari 306 anak.

"Tetapi jika ternyata (SI BENING) masih kurang mencapai target, maka akan kita lakukan inovasi-inovasi lainnya. Jadi kita lihat dulu sesuai situasi dan kondisi," kata Hendi.

Ketua Forum Kota Sehat Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi berharap bantuan yang telah diberikan Pemkot Semarang bisa diteruskan oleh stakeholder yang lain dalam rangka bersama-sama mengatasi persoalan stunting di Kota Semarang.

“Pemerintah Kota Semarang melalui DKK telah memberikan bantuan kepada anak-anak stunting dengan memberikan makan 3x sehari selama 2 bulan," katanya.

Load More