/
Jum'at, 29 Juli 2022 | 14:19 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (Doc Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Berikut update informasi tentang kondisi 54 WNI yang disekap di Kamboja.

Di ketahui ada 54 WNI yang disekap di Kamboja sebab penipuan berkedok penempatan tenaga kerja.

Para WNI didekap di Kamboja dikabarkan pada Rabu (27/7/2022), saat itu sebuah akun medsos mengabari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Berikut kabar dari para WNI yang mengalami kejadia disekap di Kamboja setelah tiga hari sejak kabar diketahui.

Kali ini Ganjar Pranowo memenuhi janjinya untuk ikut membantu terkait penyekapan 54 WNI di Kamboja.

Karenanya, Ganjar Pranowo telah memastikan secara langsung kondisi puluhan Tenaga Kerja Indonesia yang diduga mengalami penyekapan dan korban penipuan kerja di Kamboja. 

Ganjar mengatakan saat ini mereka dalam kondisi baik dan ada satu yang sedang sakit. 

Kondisi para TKI itu dipastikan sendiri olehnya secara daring melalui panggilan video.

"Kemarin saya sudah video call dengan mereka, begitu, kondisinya baik-baik semua ada satu yang sakit," kata Ganjar, di Gedung Gradhika Bakti Praja, Jumat (29/7). 

Baca Juga: RANS Nusantara FC vs PSS Sleman, Jadwal dan Link Live Streaming Indosiar Malam Ini

Dari hasil pengecekan langsung itu, Ganjar mengatakan situasi mereka cukup baik.

Ganjar juga bisa melihat satu persatu wajah dan kondisi para TKI.

"Saya sudah konfirmasi ke sana, sebenarnya tidak dalam sekapan dan saya lihat wajahnya. Tidak ada yang, maaf, nyonyor-nyonyor (babak belur) itu nggak ada. Bahwa ada yang sakit masih bekerja dan sebagainya itulah yang saya minta untuk di-assesment," ujarnya.

Untuk itu Ganjar memerintahkan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jawa Tengah untuk proaktif dan mengecek langsung kondisi para TKI tersebut. 

"Kemarin bilang nanti masih akan diperiksa, saya bilang nggak, suruh turun ke lokasi, suruh ngecek betul apa yang terjadi sambil itu kita membuat back up untuk mengamankan mereka," tegasnya.

Di samping itu, koordinasi dengan KBRI setempat juga dilakukan untuk menghubungkan dengan perusahaan terkait.

Load More