SUARA SEMARANG - Saat kabar bahagia menyelimuti Ratu Atut Chosiyah dan Pinangki Sirna Malasari bebas bersyarat. Di hari yang sama dua napi Lapas Semarang tewas bunuh diri.
Pada Selasa (6/9/2022) dua napi yang mendiami Lapas Semarang Kedungpane diketahui tewas bunuh diri dengan cara gantung diri.
Kedua napi yang tewas bunuh diri ini diketahui oleh pihak Lapas Semarang, pada Selasa dini hari, sekitar pukul 03.20 WIB. Keduanya, sama-sama menggunakan cara gantung diri.
Kabar tewasnya dua napi yang bunuh diri dengan cara gantung diri dibenarkan oleh Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jateng Supriyanto.
"Ya meninggal dunia gantung diri pada Selasa dini hari pukul 03.20 WIB," kata Supriyanto, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (7/9/2022).
Supriyanto menyebutkan, dua napi yang tewas bunuh diri atas nama Aditya Wahyu Wijayanto asal Kabupaten Jepara yang merupakan napi kasus penggelapan.
Kemudian napi kedua yakni Triyadi bin Jamin warga asal Kabupaten Wonogiri yang merupakan napi kasus tindak pidana pembunuhan.
"Di ketahui teman sekamar jika mereka ditemukan gantung diri di kamar mandi," katanya.
Ia juga menyebut, dua napi nekat memutuskan jalan pintas kematian dengan cara gantung diri menggunakan kain sarung.
Baca Juga: Baru Jalani 9 Tahun Penjara Ratu Atut Bebas, Total Hukuman 12,5 Tahun: Harusnya Bebas Murni 2025
Kain sarung tersebut adalah yang biasa digunakan setiap hari dua napi saat di dalam penjara. Dengan cara disobek menjadi tali untuk alat gantung diri.
"Pakai sarung disobek jadi tali yang digantungkan di teralis kamar mandi,” jelasnya.
Dedi keterangan yang didapat pihak Kemenkum, dari para saksi teman sekamar tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik.
"Inafis Polrestabes Semarang sudah olah TKP ini murni bunuh diri tidak ada tanda kekerasan pada fisik keduanya," katanya.
Kedua jenazah napi yang bunuh diri sudah diserahkan pada pihak keluarga masing-masing pada hari yang sama untuk dikebumikan.
Tag
Berita Terkait
-
Baru Jalani 9 Tahun Penjara Ratu Atut Bebas, Total Hukuman 12,5 Tahun: Harusnya Bebas Murni 2025
-
Berkelakuan Baik Napi Korupsi Ratu Atut dan Jaksa Pinangki Dinyatakan Bebas, Ramai-ramai Total 23 Orang Bebas
-
Diduga Masalah Asmara, Mahasiswi Semarang Melompat dari Lantai 9 Apartemen Pacarnya
-
Nekat, Pengunjung Wanita Selundupkan 396 Butir Pil Koplo dalam Vagina Digagalkan Petugas Lapas Semarang
-
3 Napiter dan Napi Korupsi Dapat Remisi Kemerdekaan di Lapas Kedungpane Semarang
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Temui Gubernur DKI, PB ORADO Perkuat Dukungan Turnamen Domino
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Bank Sumsel Babel Permudah Akses Bandara, Tol, dan LRT di Palembang, Cukup Tap Tanpa Antre
-
Rahasia LG Jual 3,2 Juta WashTower, Fokus Konsumen hingga Bidik Pasar Indonesia
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Persiapan Haji 2026, Layanan Jemaah Jadi Prioritas
-
Ruang Rawat Inap RSUD Berkah Pandeglang Ambruk, Pasien Panik Berhamburan Selamatkan Diri
-
Karhutla Riau Diprediksi Meningkat di Juni 2026 Akibat El Nino