Walau begitu Herry IP pernah didepak dari Dewan Nasional PBSI pada tahun 2007, lebih dri satu dekade lalu.
Kabarnya, pendepakan itu tanpa tanggung jawab di pusat pelatnas hingga 2011, lalu Herry IP memilih menghabiskan waktunya untuk kegiatan di luar bulu tangkis seperti menekuni hobinya berkicau burung dan bisnis kandang burung.
Setelah beberapa tahun absen dari bulu tangkis, Herry IP kembali pada tahun 2011 dan sukses memoles atlet menjadi pemain top.
Faktanya, penurunan prestasi di sektor ganda putra pasca keluarnya Herry IP pun sukses diakhiri hingga muncul beberapa pasangan seperti Markis Kido/Hendra Setiawan.
Anak didik Herry IP yang terbaru adalah Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo yang merupakan pasangan nomor satu dunia selama beberapa tahun.
Diketahui mereka memenangkan gelar All England Open dua tahun berturut-turut pada 2017 & 2018 dan juga medali emas di 2018 Asian Games.
Kekinian, Herry IP sebagai pelatih kepala ganda putra PBSI mulai perlahan-lahan mentransfer tugas kepelatihan ganda putra-nya di berbagai turnamen pilihan kepada asisten pelatih Aryono Miranat.
Pada akhir 2018, Herry IP menerima Penghargaan Olahraga Indonesia sebagai "Pelatih Terbaik Tahun Ini".
Pretasi Herry IP
Baca Juga: Mantap! Erick Thohir dan Anindya Bakrie Pegang 51 Persen Saham Oxford United
Melejitnya beberapa pasangan ganda putra Indonesia di level dunia tak lepas dari tangan dingin Herry IP. Ia sukses membuat pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berada di perangkat 1 dan 2 dunia.
Herry IP juga sudah menyiapkan pasangan-pasangan lainnya yang siap menggebrak level dunia tepok bulu. Seperti Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, hingga Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Lima pasangan yang diasuh Herry IP tersebut merupakan atlet-atlet elite dunia. Maka tak heran jika Herry IP dicap sebagai pelatih spesialis ganda putra yang punya julukan Si Naga Api.
Konflik Dengan Kevin SanjayaKeretakan hubungan Herry IP dengan Kevin Sanjaya sudah tercium sejak Pagelaran Japan Open dan Kejuaraan Dunia. Ketika itu Minions (julukan untuk Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon) tak didampingi Herry IP di dalam lapangan.
Hingga kemudian Herry IP dan Kevin Sanjaya mengakui ada keretakan. Herry IP mengatakan sudah tak mau lagi berlatih dengan Kevin Sanjaya di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur. Namun Herry IP tidak mengetahui alasan Kevin enggan berlatih dengannya.
Sementara itu Kevin mengakui keretakan itu dipicu karena statemen Herry IP usai gelaran Indonesia Open. S
aat itu, Herry IP sempat menyoroti attitude Kevin saat bertanding ketika Marcus belum sepenuhnya pulih dari cedera. Terkait retaknya hubungan Kevin dengan Herry IP, PBSI mengatakan bahwa mereka akan mencari solusi terbaik.
«123»
Pelatih ganda putra Pelatnas PBSI, Herry Imam Pierngadi atau akrab disapa Herry IP tengah ramai disorot karena hubungan dengan salah satu anak asuhnya, Kevin Sanjaya Sukamuljo, mengalami keretakan. Hubungan keduanya yang sedang memanas tersebut memunculkan suasana tak nyaman di nomor ganda putra Indonesia.
Pasalnya Kevin Sanjaya sudah tak mau berlatih di bawah asuhan pelatih yang punya julukan Naga Api itu. Begitu juga dengan Herry IP yang juga sudah menutup pintu untuk anak asuhnya. Sedang jadi sorotan, intip profil Herry IP berikut ini.
Profil Herry IP
Herry Imam Pierngadi lahir di Pangkal Pinang pada 21 Agustus 1962 yang berarti kini usianya 60 tahun. Ia merupakan pelatih bulu tangkis yang berspesialisasi dalam melatih ganda putra. Herry IP punya lisensi pelatih dan memiliki ijazah pendidikan di IKIP Jakarta, sekarang Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Karier bulu tangkis Herry IP bermula saat ia bergabung dengan Dewan Nasional Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) tahun 1993 dengan menjabat sebagai pelatih nasional Pratama Indonesia di Pelatnas Cipayung.
Setelahnya pada 1999, Herry IP mendapat kesempatan untuk naik kelas sebagai pelatih utama ganda putra di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur. Pasalnya ketika itu posisi Pelatih Nasional Pratama ditinggalkan oleh Christian Hadinata yang mendapat promosi menjadi Direktur Pelatnas Nasional PBSI.
Perjalanan Karier Herry IP
Sejak menjabat sebagai pelatih di Pelatnas Cipayung pada periode 1993-2008, Herry IP menghasilkan sederet pasangan ganda putra kelas dunia.
Beberapa pasangan ganda putra di bawah asuhan Herry IP yang sukses mencuat di level dunia adalah Chandra Wijaya/Tony Gunawan, Candra Wijaya/Sigit Budiarto dan Flandy Limpele/Eng Hian.
Walau begitu Herry IP pernah didepak dari Dewan Nasional PBSI pada tahun 2007.
Tanpa tanggung jawab di pusat pelatnas hingga 2011, Herry memilih menghabiskan waktunya untuk kegiatan di luar bulu tangkis seperti menekuni hobinya berkicau burung dan bisnis kandang burung.
Setelah beberapa tahun absen dari bulu tangkis, Herry IP kembali pada tahun 2011. Hasilnya penurunan prestasi di sektor ganda putra pasca keluarnya Herry IP pun sukses diakhiri hingga muncul beberapa pasangan seperti Markis Kido/Hendra Setiawan.
Anak didik Herry IP yang terbaru adalah Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo yang merupakan pasangan nomor satu dunia saa. Diketahui mereka memenangkan gelar All England Open dua tahun berturut-turut pada 2017 & 2018 dan juga medali emas di 2018 Asian Games.
Kekinian, Herry IP sebagai pelatih kepala ganda putra PBSI mulai perlahan-lahan mentransfer tugas kepelatihan ganda putra-nya di berbagai turnamen pilihan kepada asisten pelatih Aryono Miranat yang bekerja bersama secara intensif. Pada akhir 2018, Herry IP menerima Penghargaan Olahraga Indonesia sebagai "Pelatih Terbaik Tahun Ini".
Pretasi Herry IP
Melejitnya beberapa pasangan ganda putra Indonesia di level dunia tak lepas dari tangan dingin Herry IP. Ia sukses membuat pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berada di perangkat 1 dan 2 dunia.
Herry IP juga sudah menyiapkan pasangan-pasangan lainnya yang siap menggebrak level dunia tepok bulu. Seperti Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, hingga Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Lima pasangan yang diasuh Herry IP tersebut merupakan atlet-atlet elite dunia. Maka tak heran jika Herry IP dicap sebagai pelatih spesialis ganda putra yang punya julukan Si Naga Api.
Konflik Dengan Kevin Sanjaya
Keretakan hubungan Herry IP dengan Kevin Sanjaya sudah tercium sejak Pagelaran Japan Open dan Kejuaraan Dunia. Ketika itu Minions (julukan untuk Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon) tak didampingi Herry IP di dalam lapangan.
Hingga kemudian Herry IP dan Kevin Sanjaya mengakui ada keretakan. Herry IP mengatakan sudah tak mau lagi berlatih dengan Kevin Sanjaya di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur. Namun Herry IP tidak mengetahui alasan Kevin enggan berlatih dengannya.
Sementara itu Kevin mengakui keretakan itu dipicu karena statemen Herry IP usai gelaran Indonesia Open. Saat itu, Herry IP sempat menyoroti attitude Kevin saat bertanding ketika Marcus belum sepenuhnya pulih dari cedera. Terkait retaknya hubungan Kevin dengan Herry IP, PBSI mengatakan bahwa mereka akan mencari solusi terbaik.
Tag
Berita Terkait
-
Pratama Arhan Bikin Pelatih Curacao Sadar Kehebatan Pemain Asia
-
Api dalam Sekam? Keyakinan Zainudin Amali soal Masa Depan Kevin Sanjaya dan Herry IP di Pelatnas, PR Besar PBSI!
-
Indonesia Turunkan Pasangan Anyar di Vietnam Open 2022
-
Eksperimen Formasi Persib, Ini Racikan Hasil Rombak Posisi Pemain Baru ala Luis Milla
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing