/
Jum'at, 30 September 2022 | 21:30 WIB
Kuburan massal korban G30S PKI atau makam rekonsiliasi peristiwa 1965 di Semarang. (Semarang.suara.com)

"Ada batu melingkar pada prasasti, itu lokasi dua kuburannya," katanya.

Ia juga menceritakan bahwa korban yang dikubur disitu tak hanya para simpatisan PKI namun ada warga yang ikut dituding simpatisan dan akhirnya ikut jadi korban pembantaian di hutan tersebut.

Salah satu namanya adalah Moetiah, wanita asal Kendal. Menurut cerita turun temurun, Moetiah adalah menjadi korban PKI karena motif asmara.

"Dia disukai seseorang, lalu menolak pria yang ingin menikahinya, kemudian dituduh ikut PKI sampai akhirnya menjadi korban," katanya.

Sisi lain cerita kuburan massal ini adalah misteri horor yang sering muncul penampakan wanita tubuh berlubang dengan tertawa cekikikan.

Apalagi dengan lokasi ada di tengah hutan serta masih rimbunnya semak-semak, membuat area tersebut sepi dan dikenal cukup angker.

Cerita ini pun jadi mitos jika sosok wanita dengan tubuh berlubang bekas tembakan kerap muncul yang diduga Moetiah.

Penampakan wanita berlubang itu juga kadang diselingi suara tangisan dan teriakan minta tolong didalam hutan, membuat kuburan ini seakan disakralkan.

Warga lainnya, Khamin (85) mengakui jika sosok wanita dengan badan berlubang bekas luka tembak itu muncul diselingi dengan keisengan. Seperti lemparan batu, teriakan, dan penampakan.

Baca Juga: Sosok Manajer Buka Suara soal Isu Perselingkuhan Rizky Billar-Devina Kirana, Lesti Kejora Korbannya

"Terutama saat bersikap tidak sopan di area hutan ini. Biasanya muncul sosok itu," katanya.

Ia bercerita, ketika pembangunan tol Semarang-Batang, sebuah alat berat tiba-tiba rusak karena operatornya mengumpat dan berkata tidak sopan. Karena mencium bau busuk ketika membuka lahan untuk pembangunan tol. Akhirnya alat berat itu pun diderek keluar hutan dan diganti yang baru.

"Kalau lihat sendiri pernah penampakan wanita didekat kuburan. Ya tapi tidak menganggu, tapi kalau yang resek datang pasti diganggu mulai sosok seram sampai teriakan," katanya.

Load More