SUARA SEMARANG - Kota Semarang dalam sejarahnya menjadi salah satu kota dengan basis kelompok PKI saat jaman orde lama. Tak heran ada jejak sejarah tentang tragedi berdarah yang dikenal dengan korban G30S PKI.
Salah satu jejak sejarah korban dari G30S PKI adalah sebuah kuburan massal. Lokasinya berseberangan kurang lebih 100 meter dengan tol Trans Jawa, disekitar jalur ruas Semarang-Batang, dekat dengan GT Kalikangkung.
Nama kuburan masal itu sering disebut dengan Makam Rekonsiliasi Korban Peristiwa 1965. Terletak di Wilayah Kampung Plumbon, Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngaliyan Semarang.
Untuk menuju lokasi tersebut cukup sulit sebab berada dalam hutan jati milik PT Perhutani. Bebatuan yang terjal serta semak yang rimbun, menuju sampai kuburan hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki.
Terdapat sebuah tugu prasasti pada lokasi kuburan massal korban G30S PKI tersebut. Prasasti itu mencatat nama-nama korban peristiwa 1965.
Aktivis Perkumpulan Masyarakat Semarang untuk HAM (PMS-HAM) Semarang Yunanto Adi Setyawan mengatakan membuat prasasti Rekonsiliasi Korban Peristiwa G30S PKI pada 1 Juli 2015 lalu.
Bersama para pegiat HAM dan sejarah, mahasiswa, tokoh masyarakat dan lintas agama, mengusulkan kepada Pemkot Semarang untuk membuat prasasti rekonsiliasi korban G30S di kuburan masal tersebut.
Dalam temuannya, berdasarkan informasi keluarga korban Peristiwa G30S PKI, total ada 24 jenazah yang dimakamkan masal pada saat itu.
Mereka adalah para warga yang diduga saat meletusnya G30S PKI di Jakarta, dituding sebagai simpatis PKI yang kemudian menjadi korban tragedi kemanusiaan di Kota Semarang dan Kendal.
Baca Juga: Sosok Manajer Buka Suara soal Isu Perselingkuhan Rizky Billar-Devina Kirana, Lesti Kejora Korbannya
Ia mengatakan keluarga korban sering berkunjung ke kuburan tersebut, tapi secara diam-diam sebab terlalu sensitif. Awalnya juga, kuburan sebelum dibuat tugu prasasti hanya berupa tumpukan batu sebagai penanda saja.
Kemudian, lokasi kebenaran kuburan masal itu, juga dia dapatkan informasi warga sekitar. Bahwa Ketika G30S meletus, warga setempat mengaku sempat membantu tentara menguburkan mayat-mayat korban tragedi tersebut ke sebuah liang kubur.
"1 Juli kami pilih karena bersamaan dengan Hari Kelahiran Pancasila. Tanggal itu sebagai wujud misi kemanusiaan. Selama 50 tahun, pemerintah tidak mengakui kuburan itu sebagai kuburannya manusia," kata Yunantyo.
Diantara nama yang tertera dalam prasasti nisan yakni Bupati Kendal pada masa itu Soesatyo dan Moetiah yang dikenal sebagai dalang perempuan asal Kendal.
Cerita Horor Penampakan Wanita
Seorang warga sekitar, yang tak mau disebut Namanya, menjelaskan jika benar awalnya ada dua lubang kuburan saat belum dibuat prasasti bernisan.
Tag
Berita Terkait
-
Cerita 137 Tahanan PKI Mempawah yang Diselimuti Wajah Ketakutan
-
KSP INDOSURYA jadi Kasus Penipuan Terbesar di Indonesia, Kerugian hingga Rp 106 Trilyun !
-
Hore, Semarang dan Demak Bakal Tersambung Jalan Tol, Progresnya Capai 92,73 Persen
-
Apa Saja yang Termasuk Tindakan KDRT? Kenali Hak Korban KDRT seperti Lesti Kejora
-
Hutan Plumbon Semarang dan Kisah Saksi Bisu Kuburan Massal Korban G30S/PKI
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'