/
Selasa, 04 Oktober 2022 | 19:33 WIB
Pele, sang legenda Timnas Brazil (Timnas) punya harapan besar untuk rakyat Indonesia usai kejadian Kanjuruhan yang memakan ratusan korban jiwa dari Aremania (Instagram)

SUARA SEMARANG - Bencana nasional dari dunia Sepak Bola di Stadion Kanjuruhan Malang, membuat legenda Tim Nasional Brazil Pele sampaikan simpati untuk rakyat Indonesia.

Pele, sang legenda Timnas Brazil (Timnas) punya harapan besar untuk rakyat Indonesia usai kejadian Kanjuruhan yang memakan ratusan korban jiwa dari Aremania.

Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang itu membuat Pele tersentuh hatinya, sebab banyak anak-anak yang juga meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Perasaan Pele untuk tragedi Kanjuruhan disampaikan melalui akun Instagram pribadinya.

Pele mengunggah foto anak kecil yang tengah melihat lingkaran lilin berbentuk hati, dalam akun Instagram dia.

Pele amat sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu-Ahad (1-2/10/2022).

"Akhir pekan ini kami menyaksikan salah satu bencana terbesar dalam sejarah sepak bola. Setidaknya ada 32 anak, diantara 125 korban tewas," kata Pele.

Bagi Pele, apa yang terjadi di Kanjuruhan sangat jauh dari nilai-nilai olahraga yang dijunjun.

"Kekerasan tidak sesuai dengan olahraga, tidak ada rasa sakit kekalahan yang dapat membenarkan hilangnya cinta sesama kita," cetus Pele.

Baca Juga: Pengamat Minta Publik Tunggu Hasil Investigasi Tragedi Kanjuruhan

"Olahraga harus selalu menjadi tindakan cinta," tulis Pele lebih lanjut.

Lebih jauh Pele berharap besar agar kedamaian dan persaudaraan bagi rakyat Indonesia.

Terlebih usai tragedi Kanjuruhan agar bisa mempererat tali persaudaraan.

"Semoga kedamian dan cinta bagi seluruh rakyat Indonesia," tulis Pele.

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom. (sumber:)

Melansir Suara, sebelumnya ribuan suporter Aremania menyalahkan pihak keamanan soal penggunaan gas air mata saat menggelar doa bersama di Jalan Semeru Kota Malang, (02/10/2022).

Fanda Ardianto seorang Aremania mengatakan, agenda serupa akan terus digelar selama tujuh hari dan menunggu perkembangan proses hukum pengusutan Tragedi Kanjuruhan.

"Harus ada tersangka. Ratusan orang dibunuh di depan mata ribuan orang. Masak satu tersangka saja satu hari gak bisa. Kan gak masuk akal," ujarnya.

Menurutnya tragedi Kanjuruhan sebagai bentuk aksi pembantaian.

"Kalau di Peru itu kecelakaan, bencana karena tribun jatuh. (Sedangkan) di Indonesia ini pembantaian. Gimana gak dibantai, ditembaki gas air mata tapi pintu ditutup. Gimana gak banyak orang meninggal, banyak anak kecil," ujarnya.

Terkait advokasi bagi korban, lanjut dia, pihaknya juga telah menggandeng kuasa hukum atau pengacara agar bisa mengawal kasus ini.

"Kami akan terus mengawal proses hukum dan mendorong keadilan ditegakkan seadil-adilnya," kata dia.

Load More