/
Senin, 24 Oktober 2022 | 06:54 WIB
Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/rwa)

SUARA SEMARANG - Manajemen Arema FC berkomitmen akan tetap membantu para korban tragedi Stadion Kanjuruhan di semua level.

Tidak hanya korban meninggal, manajemen Arema FC juga akan membantu korban yang luka berat dan ringan dalam insiden yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu.

Para korban dalam tragedi Stadion Kanjuruhan yang yatim piatu pun dijanjikan akan mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan.

Arema FC masih membuka crisis center yang bertempat di Kandang Singa, Kantor Arema FC Jalan Mayjend Pandjaitan no 42 Kota Malang.

"Kami tidak tinggal diam, setelah menyelesaikan bantuan bagi seluruh korban baik yang meninggal, luka berat dan luka ringan, bahkan juga memberikan beasiswa bagi korban yatim piatu. Crisis center masih kami buka di Kandang Singa untuk Aremania yang menbutuhkan bantuan," ungkap Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana pada Minggu (23/10/2022).

Tragedi Sadion Kanjuruhan diakuinya menjadi pukulan telak yang berdampak pada seluruh elemen, termasuk pemain pelatih dan masyaraakt malang.

Pihaknya juga akan melakukan pendampingan kepada para pemain yang mana fisik dan mentalnya terdampak tragedi Stadion Kanjuruhan.

Bos Arema FC berkomitmen akan kooperatif saat menjalani proses hukum yang berlaku.

"Terkait tragedi Kanjuruhan, sikap kami jelas, kami berduka dan kami siap koperatif terkait segala proses yang sedang dilakukan," sambung Gilang.

Baca Juga: Menebak Isi Buku Catatan Hitam Ferdy Sambo, Benarkah Berisi Daftar Jenderal Penerima Suap Tambang?

Arema FC tidak ingin tragedi Stadion Kanjuruhan terjadi lagi di sepakbola Indonesia dan menjadi bahan intropeksi seluruh stakeholder sepakbola nasional, baik federasi, klub maupun suporter demi perbaikan pesepakbolaan Indonesia.

"Kami berdiri untuk pemain dan suporter, sehingga kami berharap tragedi Kanjuruhan ini bisa diusut secara tuntas oleh semua pemangku kebijakan. Tidak ada sepakbola yang melebihi nyawa," tegas Gilang.

Load More