/
Senin, 05 Desember 2022 | 12:49 WIB
Kubu Bharada E semakin membuka tabir ciri-ciri perempuan menangis yang keluar dari rumah Ferdy Sambo yang mirip Polwan karena memiliki rambut pendek. (ANTARA FOTO/Fauzan/aww)

SUARA SEMARANG - Ciri-ciri perempuan menangis yang keluar dari rumah Ferdy Sambo diungkap oleh kubu Bharada E, dikatakan mirip Polwan.

Kubu Bharada E semakin membuka tabir ciri-ciri perempuan menangis yang keluar dari rumah Ferdy Sambo yang mirip Polwan karena memiliki rambut pendek.

Ciri-ciri perempuan menangis yang keluar dari rumah Ferdy Sambo itu memiliki rambut pendek dan kulit sawo matang, dikatakan oleh pengacara Bharada E yakni Ronny Talapessy.  

Akhirnya, tim kuasa hukum Bharada E atau Richard Eliezer membuka informasi soal adanya perempuan lain di rumah eks Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo.

Adapun sebelumnya, Bharada E atau Richard Eliezer menyampaikan keterangan perihal adanya perempuan yang keluar dari rumah Ferdy Sambo, hingga membuat renggang hubungan mantan atasannya itu dengan sang istri yakni Putri Candrawathi.

Melansir laman Suara, Ronny Talapessy, pengacara Bharada E atau Richard Eliezer membongkar sosok perempuan tersebut.

Adapun sosok perempuan yang dimaksud kliennya yakni Bharada E, mempunyai ciri-ciri berupa rambut pendek dan kulit sawo matang.

"Yang pasti dia rambutnya pendek, kulitnya sawo matang," kata Ronny kepada awak media sebelum sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/12/2022).

Terkait apakah sosok tersebut merupakan seorang Polwan, Ronny Talapessy tidak mengungkapkan secara rinci sosok tersebut.

Baca Juga: PSIS Semarang Tanpa Carlos Fortes Lagi, Suporter Singgung Kelakuan Bruno Silva

Ronny Talapessy mengatakan, sosok perempuan tersebut akan disampaikan dalam sidang.

"Nanti ya, nanti," kata dia.

Sanggahan Ferdy Sambo

Mengenai apa yang disampaikan Bharada E sebelumnya ini, Ferdy Sambo sudah menyanggahnya.

Kubu Ferdy Sambo menanggapi kesaksian Bharada E soal perempuan misterius menangis yang keluar dari Rumah Bangka, Jakarta Selatan.

Arman Hanis selaku pengacara Menurut pengacara Sambo, kesaksian Bharad E atau Richard Eliezer merupakan keterangan palsu.

"Terkait keterangan RE di persidangan, saya tegaskan keterangan itu tidak benar," kata Arman kepada Suara.com, Kamis (30/11/2022).

Bharada E dianggap mengarang-ngarang cerita saja.

Dia punya alasan, sebab kisah tentang adanya wanita misterius menangis keluar dari Rumah Bangka tidak tertera di dalam dakwaan Sambo.

"Hanya karangan RE saja dan juga tidak ada dalam dakwaan klien kami," ujar dia.

Pengacara Bharada E saat berada di sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir J di PN Jakarta Selatan. (Suara.com/Arga) (sumber:)

Seperti diketahui, ikhwal adanya perempuan menangis yang keluar dari rumah Ferdy Sambo diungkap Bharada E alias Richard Eliezer.

Bharada E saat itu bersaksi untuk terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Rabu (30/11/2022).

Bharada E menyebut kemunculan perempuan tersebut terjadi sekitar Juni 2022 lalu saat Ferdy Sambo dan Putri bersitegang.

Menurut penuturan Richard, peristiwa ini bermula saat dirinya tengah piket jaga di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling III, Pancoran, Jakarta Selatan. Ketika itu, tiba-tiba, Putri turun dari lantai dua didampingi oleh Yosua.


"Pada saat standby di Saguling ada kejadian, jadi saya, dan Mateus di rumah (Saguling). Tiba-tiba ibu turun, almarhum juga turun dari lantai dua bawa senjata langsung ditaruh di dalam mobil," tutur Richard.

Singkat cerita, melansir Suara, Richard bersama ajudan lain Mateus dan Yosua menuju ke kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Setelahnya, rombongan Putri menuju ke rumah pribadi di Bangka, Kemang, Jakarta Selatan.


"Kami jalan ke arah Kemang, tapi belum ke kediaman. Jadi Itu biasanya kita komunikasi lewat HT. Saya sempat tanya beberapa kali ke alamarhum Yosua, 'bang izin ini mau ke mana', 'udah Cad ikut aja dulu' kata dia.

"Itu perjalanan ada muter-muter di daerah Kemang, saya tidak tahu ini mau ke mana. Akhirnya kita balik ke kediaman Bangka, kita singgah di kediaman Bangka," Eliezer menambahkan.

Setibanya di rumah Bangka, Putri turun dengan wajah marah. Tak lama berselang, Ferdy Sambo pun datang memasang wajah tampak marah.

"Jadi saat di kediaman Bangka, ibu turun, saya lihat kondisi ibu marah, saya enggak berani tanya. FS (Ferdy Sambo) masuk, dia juga kayak marah-marah juga, langsung masuk ke rumah. Abis itu almarhum Yosua bilang 'Cad nanti ada Pak Eben mau datang, rekan bapak', siap bang," ungkap Richard.

Tak lama, 'Pak Eben' pun tiba. Yosua meminta semua ajudan menunggu di luar rumah selain dirinya dengan Mateus.

Richard bersama ajudan Farhan dan Alfons menunggu di depan Rumah Duren Tiga. Beberapa jam dia menunggu, tiba-tiba dari arah dalam rumah keluar seorang perempuan sedang menangis. Richard mengaku sama sekali tidak mengetahui siapa wanita tersebut.

"Sekitar satu jam, dua jam, baru tiba-tiba ada orang keluar dari rumah. Pagar kami tutup, dia ketuk dari dalam rumah. Saya bilang Alfons 'ada orang keluar', dia buka pintu, tiba-tiba ada perempuan. Saya tidak kenal dia, nangis dia, baru ini (saya lihat), siapa ya? karena saya nggak ada waktu dia datang. Saya lihat di dalam ada pak Erben juga di depan rumah," beber Richard.

Menurut Richard, wanita tersebut sempat menanyakan sopirnya. Richard kemudian membantu wanita yang sedang menangis itu menemukan sopirnya.


"Perempuan itu bilang nanya driver dia di mana. Saya lari ke samping panggil drivernya, mobil Pajero hitam, baru drivernya datang, perempuan itu naik langsung pulang," ungkapnya.

Kejadian itu menurut Richard membuat hubungan rumah tangga Putri dan Ferdy Sambo merenggang. Bahkan menurutnya, Ferdy Sambo sudah jarang tinggal serumah dengan Putri pascakejadian.

Load More