SUARA SEMARANG - Jika selama ini kamu mengira kabupaten Demak jadi pemilik ustadz dan kyai terbanyak di Jateng maka kamu salah besar.
Demak menduduki peringkat ke-2 di Jateng. Padahal Demak dikenal merupakan kabupaten yang memiliki santri banyak dan kultur agamis.
Berdasarkan BPS Jateng, berikut kami rangkum 9 kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang memiliki kyai dan ustadz terbanyak.
Dimulai dari yang terkecil dari 9 wilayah ini. Pertama adalah Kabupaten Semarang dengan 1.635 kyai dan ustadz. Diikuti oleh Kabupaten banjarnegara dengan 1.753.
Wilayah yang memiliki kyai dan ustadz banyak biasanya linear dengan jumlah pesantren di daerah tersebut.
Linear juga dengan kebiasaan atau hubungan sosial kemasyarakatan yang kental dengan kultur agama Islam nya.
Sehingga dalam menjalankan keputusan-keputusan daerah serta hukum kemasyarakatan juga begitu mempertimbangkan aspek agama.
Salah satunya adalah gerakan zakat bagi PNS, gerakan sholat berjamaah. Hingga sedekah di hari Jumat atau akrab disebut Jumat Berkah.
Oh ya, berita statistik ini telah diupdate pada tahun 2017 lalu sesuai data dari Kanwil Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah.
Di urutan ke-7 adalah Cilacap dengan 2.035 ustadz dan kyai. Satu tingkat diatasnya adalah Brebes 2.546.Nah untuk peringkat ke-5 yakni Kabupaten Magelang dengan 2.851.
Di empat besar secara berturut-turut adalah Kendal 3.033 kyai dan ustadz, Jepara 3.137, Demak 3.691. Sementara jumlah paling banyak ada di Grobogan dengan 10.132.
Sembilan besar wilayah itu semuanya berstatus kabupaten. Namun kabupaten yang berada di pertengahan pulau Jawa dan dekat perkotaan memiliki jumlah yang sedikit.
Seperti Kabupaten Klaten dengan hanya 434 kyai dan ustadz. Sementara untuk wilayah perkotaan Jateng, seperti Solo hanya 862, Salatiga 80, Kota Magelang 49 kyai dan ustadz saja.
Berita Terkait
-
Fakta-fakta Keributan di Keraton Solo: Diduga Konflik Internal, Abdi Dalem Luka-luka
-
Mau ke RS dr Kariadi? Gunakan BRT Jateng Koridor Semarang-Bawen-Kendal, Rute Lengkap dan 69 Pemberhentian Bayar 4 Ribu
-
Ini 6 Koridor Bus BRT Trans Jateng, Dari Purwokerto Hingga Grobogan: Tarif Rp 2000
-
Hih Ngeri, Ini 7 Wilayah di Jateng Paling Banyak Orang Bunuh Diri, Jangan-Jangan Kotamu Termasuk
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC
-
Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS
-
Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat
-
Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut
-
Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan