SUARA SEMARANG - Persikabo melawan PSIS Semarang di Stadion Pakansari Bogor laga lanjutan BRI Liga 1, harus puas dengan berbagi angka, hingga wasit meniup peluit panjang akhir pertandingan skor tetap 0-0.
Pada pertandingan Persikabo Bogor lawan PSIS Semarang pada babak pertama kedua tim masih bermain santai dan sedikit memberikan tekanan serangan.
Namun pada babak kedua Persikabo dan PSIS Semarang gencar memberikan tekanan dan kedua tim mempunyai peluang yang sangat banyak, sayang kedua tim kurang beruntung karena bol selalu terselamatkan oleh Kiper masing-masing tim.
Caretaker PSIS Semarang M. Ridwan menjelaskan bahwa laga tandang hari ini Persikabo merupakan tim yang bagus, meski tak mendapatkan kemenangan namun dirinya puas permainan keduanya sangat bagus.
"Pertama saya ucapkan terimakasih dan rasa sykur saya telah mengakhiri pertandingan dengan baik, artinya semua teman-teman di lapangan dalam kondisi yang sehat," tuturnya.
"Bahwa persikabo adalah tim yang bagus, memang dalam beberapa pertandingan mereka tidak berhasil menang tetapi hari ini mereka menampilkan permainan yang sangat bagus," katanya.
M. Ridwan mengakui permainan Persikabo tampil berbeda dari pertandingan sebelumnya, terlebih formasi dan permainannya membuat dirinya kebingungan strategi yang mereka gencarkan ke PSIS Semarang.
"Dan hari ini kita membuktikan bahwa apa yang mereka tampilkan hari ini berbeda dengan yang kita lihat dari pertandingan-pertandingan sebelumnya, Terutama dari sisi formasi dan cara main dan itu membuat kita sedikit kebingungan di awal-awal pertandingan," jelas M. Ridwan saat konferensi pers usai pertandingan.
Lanjutnya, para pemain PSIS Semarang akhirnya mampu beradaptasi dengan taktik Persikabo lakukan, dan pada babak pertama mampu memperbaiki permainan dan babak kedua pun mulai memberikan serangan.
Baca Juga: TVS Lebarkan Sayap Bisnis di Kota Semarang, Berikan Harga Khusus Rp 5 Juta
"Tapi alhamdulillah kita bisa beradaptasi dan mengantisipasi dengan apa yang ditampilkan Persikabo. Di pertengahan babak pertama kita melakukan perbaikan dan di babak kedua juga kita melakukan banyak perbaikan. Dan ketika semua penonton melihat pertandingan ini tadi mudah-mudayhan mereka terhibur dengan pertandingan yang kita tampilkan. Karena tidak banyak waktu yang kita buang, kedua tim melakukan permainan saling menyerang, dan kedua tim menampilkan permainan yang indah," terang M. Ridwan.
"Kalau mengenai hasil, tentu kita menginginkan tiga poin, tapi satu poin bukan hasil yang buruk," ungkapnya.
Mengenai absennya pemain PSIS Semarang Carlos Fortes bukan menjadi masalah bagi M. Ridwan, dirinya justru melihat pertahanan Persikabo sangat bagus sehingga anak asuhnya selalu mendapatkan blok untuk melesatkan tembakan ke gawang.
"Kami memang mengatakan bahwa bermain tanpa fortes tidak masalah. Tapi fortes adalah pemain yang penting dan semua pemain yang kita miliki semuanya memiliki peran yang sangat penting," katanya.
Lanjutnya, terkait dengan gagalnya kami menyelesaikan peluang menjadi gol, bukan karena penyelesaian mereka yang buruk. Tapi karena memang defensif dari pertahanan persikabo itu sangat baik.
"Jadi ketika kami mendapatkan space free, tapi free-nya tidak terlalu lama. Artinya, peluang kita untuk menembak itu sedikit tereduksi," ungkap M. Ridwan.
"Jadi di sini poinnya adalah, jika Fortes main saat ini, situasinya akan sama. Maka seperti yang saya sampaikan adalah Fortes pemain yang penting dan semua pemain juga penting. Tapi situasi saat ini memang tidak banyak berbuat banyak untuk membuat gol," tambahnya.
Berita Terkait
-
Persikabo 13 Laga Belom Pernah Menang, PSIS Semarang Optimis Poin Penuh
-
RESMI Suporter PSIS Semarang Dilarang Dampingi Klub di Kandang Persikabo, Wareng Bingung
-
Yoyok Sukawi Menangis saat Gas Air Mata Pecah di Tengah Suporter PSIS Semarang yang Maksa Masuk Stadion Jatidiri
-
2 Solusi Erick Thohir Hubungi Manajemen PSIS Semarang dan Panpel, Ungkit Tragedi Kanjuruhan
-
Setelah Arema, Giliran Suporter PSIS Semarang Diamuk Berpotensi Sanksi Mahesa Jenar
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Ini Modus Penipuan yang Paling Banyak saat Ramadan dan Lebaran
-
Film Late Shift: Malam Panjang Perawat yang Melelahkan dan Penuh Empati
-
IHSG Melesat ke Level 8.300 pada Senin Pagi
-
Tepis Isu Tak Akur, Geni Faruk Unggah Foto Bersama Aurel Hermansyah di Ultah Ameena
-
6 Shio Paling Beruntung Hari Ini 23 Februari 2026, Apakah Ada Shio Kamu?
-
Meski Lakukan 7 Penyelamatan Penting, Maarten Paes Belum Puas Debut Bersama Ajax Amsterdam
-
Dua Bus Transjakarta 'Adu Banteng' di Jalur Langit Koridor 13
-
Ramadan Pertama Andrew
-
Regulasi Terlalu Restriktif Dinilai Berpotensi Picu PHK, Petani Tembakau Ikut Terdampak
-
Cristiano Ronaldo Ikut Puasa Ramadan, Cuma Kuat 2 Hari