SUARA SEMARANG - Marc Klok, Ilija Spasojevic, Victor Igbonefo protes dengan aturan pembatasan pemain naturaliasasi dalam klub.
Menurut Marc Klok, Ilija Spasojevic, Victor Igbonefo, mereka yang saat ini resmi menjadi WNI sudah tidak ada perbedaan dengan WNI lainnya.
Dalam aturan terbaru PSSI tersebut hanya membolehkan dua pemain naturalisasi dalam satu klub peserta liga.
Marc Klok, Ilija Spasojevic, Victor Igbonefo menumpahkan protesnya melalui instagram story masing-masing dan saling mention satu sama lain.
"Kalau main di timnas jadi WNI, kalau main di klub jadi pemain naturalisasi," tulis Victor Igbonefo dalam instagram story.
Marc Klok juga tak ketinggalan menyindir aturan tersebut. Dia yang kini menjadi WNI seharusnya tidak dibedakan dengan pemain lokal lainnya karena memiliki hak yang sama sebagai WNI.
"Kami WNI, dan semua WNI seharusnya memiliki hal yang sama. Namun kami merasa peraturan tersebut mendiskriminasi kami sebagai warga negara naturalisasi," tulis Marc Klok.
"Kami memilih Indonesia karena kami mencintai negara ini dan berkomitmen untuk menjadi bagian dari komunitas sepak bola di sini," tambahnya.
"Kami harap Liga yang ramah bagi semua pemain, terlepas dari asal mereka dan latar belakang mereka," sambung Marc Klok.
Baca Juga: Longsor Di Pulau Serasan Natuna: 1 Surau Dan Puluhan Bangunan Tertimbun, 1.216 Warga Mengungsi
Sementara itu, Ilija Spasojevic juga merasa kecewa dengan aturan yang dianggap berlawanan dengan semangat sepak bola.
"Sepak bola adalah olahraga global yang merayakan keberagaman. Peraturan beredar baru-baru ini bertentangan dengan semangat ini," tulis Spasojevic.
"Kami harap semua pihak dapat mempertimbangkan kembali peraturan ini dan membuat liga yang adil dan inklusif untukk semua pemain." sambungnya.
Diketahui, aturan pembatasan maksimal dua pemain naturalisasi tersebut muncul dengan tujuan mencegah fenomena klub-klub menaturalisasi pemain dengan tujuan untuk mengakali aturan pemain asing.
Berita Terkait
-
LANGGAR UU Pasal 27! Aturan PSSI Batas Naturalisasi, Marc Klok Beri Tepuk Tangan
-
Marc Klok hingga Igbonefo Kecewa Aturan Baru Liga 1: Main di Timnas WNI, di Klub Jadi Naturalisasi
-
Banyak Kekurangan, FIFA akan Coret Stadion yang Belum Siap Gelar Piala Dunia U-20 2023?
-
PSSI: FIFA Bisa Kurangi Venue Piala Dunia U-20 2023 kalau Memang Tak Layak
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Review Sejarah Islam Klasik: Membedah Peradaban Lewat Sudut Pandang Barat
-
Apakah Parfum Kedaluwarsa Masih Bisa Dipakai? Kenali Ciri-cirinya
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
John Herdman Tak Sempat Nonton Piala Dunia 2026 Demi Timnas Indonesia
-
Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Comeback Dramatis Lawan Pantai Gading, Jerman Akhiri Kutukan 16 Tahun di Piala Dunia
-
Apa Itu Sillage Parfum? Ini 4 Rekomendasi Lokal yang Wanginya Semerbak saat Lewat
-
Sinopsis Love on the Menu, Drama Baru Hani EXID Kisahkan Lika-liku Keluarga
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran