/
Jum'at, 05 Mei 2023 | 23:15 WIB
Tren Fashion Sarung di Parade Sarungku Gayaku Kota Lama Semarang. (Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Sarung diperkenalkan oleh Kota Semarang dalam parade sarung dengan tema Sarungku Gayaku, di Kota Lama, Jumat 5 Mei 2023.

Warna-warni sarung dikenakan dan dikenalkan oleh sebanyak 476 peserta dengan aneka model fashion yang menginspirasi.

Sarungku Gayaku merupakan parade perpaduan antara kain sarung dengan busana denim yang dibuat sefashionable mungkin.

Para peserta terdiri dari ASN, masyarakat umum, pelajar, dan para pengusaha yang ada di Kota Semarang.

Mereka melintasi catwalk yang digelar di sepanjang Jalan Letjen Suprapto atau depan Taman Srigunting Kota Lama.

Parade Sarungku Gayaku sebagai gerakan Kota Semarang dalam upaya menginspirasi masyarakat bahwa sarung bisa dikenakan kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja.

"Bahwa sarung itu multifungsi bisa digunakan kapan saja, jadi selain batik, sarung sebagai kekayaan lokal Kota Semarang," kata Hevearita Gunaryanti Rahayu, Walikota Semarang.

Mbak Ita, sapaan Walikota, menyampaikan parade sarung di Sarungku Gayaku tak sekedar sosialisasi sarung sebagai bagian fashion masyarakat pada umumnya.

Melalui parade yang dipamerkan, sarung-sarung yang dikenakan harapannya bisa mendorong peran UMKM menangkap peluang bisnis fashion sarung.

Baca Juga: Demi Wujudkan Kota Semarang sebagai Kota Wisata Religi, Mbak Ita Ingin Kisah Ulama Besar Semarang Jadi Story Telling

"Jadi efeknya bukan hanya berhenti di euforia saja, tapi memaksimalkan peran UMKM bahwa sarung bisa jadi peluang bisnis fashion," katanya.

Selain itu, parade sarung sebagai rangkaian kegiatan HUT Kota Semarang ke 476 tahun ini, juga bisa menjaring minat wisatawan berkunjung ke kota Lunpia.

"Ini menjadi salah satu agenda atraksi budaya yang ada di Semarang dan bisa mendatangkan pariwisata," katanya.

Tren fashion sarung di Parade Sarungku Gayaku Kota Lama Semarang. (sumber: Semarang.suara.com)

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengapresiasi gelaran Sarungku Gayaku. 

Bahwa sarung digunakan oleh semua kalangan dari kelas bawah, menengah, dan atas.

"Bahkan pak Presiden pakai sarung, di ASN provinsi Jateng juga hari Kamis pakai batik dan sarung," katanya.

Load More