/
Selasa, 23 Mei 2023 | 06:48 WIB
Film Hati Suhita (Starvision)

SUARA SEMARANG - Film Hati Suhita tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 25 Mei 2023 dengan membawakan kisah di lingkungan pesantren yang tidak biasa.

Meskipun pembuatan film Hati Suhita sempat terkendala pandemi, Starvision akhirnya mampun menggambarkan suasana kolosal pondok pesantren.

Pada Senin (22/5/2023), digelar nonton bersama Film Hati Suhita serta Meet and Greet dengan menghadirkan beberapa aktor dan aktris film tersebut di DP Mall Semarang.

Tepuk tangan penonton di akhir film Hati Suhita terdengar untuk mengapresiasi karya yang diangkat dari novel karya Khilma Anis ini.

Khilma Anis sendiri merasa beruntung karena tumbuh di lingkungan pesantren sehingga memiliki perspektif yang luas saat menulis novelnya.

Dibantu tim dari Starvision, dia puas dengan hasil alihvisual yang dikatakannya sangat menggambarkan tulisannya.

"Saya dipilihkan seorang sutradara, Mas Archie Hekagery yang penuh integritas sekaligus selalu mengakomodir keinginan saya sebagai penulis. Saya dipilihkan penulis skenario Mas Alim Sudio, yang betul-betul memahami novel saya dengan sangat dalam," kata Khilma Anis.

Sinopsis Film Hati Suhita

Alina Suhita (Nadya Arina) adalah seorang gadis yang cerdas dan memiliki rasa ingin tahu serta visi yang besar dalam hidupnya.

Baca Juga: Waduh! Kantor Kelurahan Karet Semanggi Jaksel Kemalingan, Mobil-Motor Dinas Hingga HP Raib

Dia dididik di pesantren Al-Anwar dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin dan dinikahkan dengan putra tunggal pemiliki pesantren bernama Gus Birru (Omar Daniel).

Kedua orang tua Gus Birru yakin bahwa pernikahan Gus Birru dengan Alina Suhita akan membawa dampak besar kepada pesantren Al-Anwar.

Berbeda dengan Alina Suhita yang mencintai kehidupan pesantren, Gus Birru justru sebaliknya.

Gus Birru digambarkan sebagai sosok pemuda yang aktif dalam berorganisasi dan berinteraksi dengan orang luar.

Bahkan menurutnya, Abah (ayah Gus Birru) dan pesantren adalah hal yang tertutup dan kolot dari dunia luar.

Saat Gus Birru membuka usaha kafe, Abah tidak mendukung keputusan tersebut dan terkesan cuek karena dinilai jauh dari tradisi pesantren.

Load More