SUARA SEMARANG - Persaingan pemain posisi central defensive midfield (CDM) atau sektor gelandang bertahan murni di Timnas U17 Indonesia mulai memanas.
Para pemain skuad di Piala Dunia U17 bakal bertabur pemain muda yang sangat menjanjikan. Pengalaman bermain di luar negeri serta punya teknik dan ketenangan.
Hal tersebut juga akhirnya akan memakan korban pemain muda dalam persaingan diposisi yang sangat krusial yakni CDM antara pemain lokal dan diaspora jelang persiapan skuad Piala Dunia U17.
Mengingat Timnas Indonesia minim pemain murni diposisi CDM, Garuda Muda saat ini hanya punya M Hanif Ramadhan.
Di sisi lain, euforia wonderkid pemain diaspora mulai kembali dipantau untuk mengisi slot CDM Timnas U17 untuk Piala Dunia U17.
Singga M Hanif Ramadhan pemain jebolan Garuda Select yang digadang sebagai CDM di Piala Dunia U17, rupanya belum aman posisinya di Timnas U17 Indonesia.
Sektor Gelandang Bertahan (CDM) menjadi salah satu sektor yang membutuhkan nama baru mengingat M Hanif Ramadhan pemain kelahiran 2006 dengan tinggi 170 cm, asal Cipta Cendikia, sering mengisi posisi Gelandang Bertahan selama Timnas U-17.
M Hanif juga jadi langganan Timnas U17 seperti di Piala AFF U16 2022 dan Kualifikasi Piala Asia U-17 2022, hal ini mengingat Hanif berstatus gelandang bertahan murni di skuad Timnas U17.
Sang pelapis lainnya, ada CDM potensial lokal pride yakni Femas Aprian Crespo dari Persija Jakarta juga diprediksi tenggelam dari radar pelatih Bima Sakti.
Bima Sakti tentu pusing untuk memilih posisi gelandang bertahan yang mampu menjaga keseimbangan lini tengah untuk Piala Dunia U17.
Di tambah mengingat Suporter mulai menyuarakan untuk mengoptimalkan potensi dari diaspora Indonesia untuk Seluruh Timnas Indonesia termasuk Timnas Indonesia U17.
Kemungkinan besar bakal ada nama baru di posisi gelandang bertahan di Timnas U17, tidak menutup kemungkinan nama tersebut diisi oleh pemain diaspora Indonesia.
Skuad Timnas U17 bisa menjadi pertimbangan memanggil dua pemain diaspora yang sangat menjanjikan yakni Althaf Khan dan Veikko Kempainen.
Di ketahui Veikko Kempainen adalah wonderkid muda kelahiran 2007 dengan posisi murni DM dan berpostur 182 cm. Veiko Kempainen punya darah Indonesia-Finlandia dan bermain di Wake FC di MLSNext
Sedangkan Althaf Khan adalah pemain kelahiran 2007 berposisi sebagai DM berpostur 172 cm). Althaf Khan kini menimba ilmu di FC Barcelona Residency Academy USA.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati