SUARA SEMARANG - Beberapa titik di jalan tembus Jangli - Undip mengalami amblas hingga jalan terlihat terbelah.
Pihak Pemkot Semarang bersama akademisi sedang melakukan kajian tentang kejadian amblasnya jalan tembus Jangli - Undip yang baru di bangun belum lama ini.
Dikutip dari semarangkota.go.id, terdpat garis patahan di jalan tembus Jangli - Undip namun memang tidak memiliki energi yang tinggi hingga mengakibatkan gempa.
Hal tersebut lah yang mengakibatkan jalan amblas yang terjadi saat ini.
“Hasil penelitian kemarin pada patahan yang terjadi di Jangli itu dibawahnya ada semacam tanah lempung (tanah liat) sekian sentimeter yang menyebabkan terjadinya penurunan. Jadi ada bentukan tanah dibawah yang masih perlu adanya pemadatan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin.
Solusi yang akan diambil oleh Pemkot Semarang untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan penyuntikan semen.
Hal tersebut dilakukan untuk mengisi rongga tanah yang belum padat tersebut.
“Jadi itu kan tanah alami semacam lempung (tanah liat) yang belum padat, dan sesuai pemahaman saya bisa dilakukan dengan pola penyuntikan semen ke dalam rongga tersebut,” jelasnya.
Di Kota Semarang jalan amblas atau terjadi patahan seperti itu memang bukan baru kali ini terjadi.
Iswar menuturkan ada kasus yang sama yakni pada ruas tol Semarang - Solo tepatnya di daerah Penggaron yang juga mengalami hal semacam itu. Saat itu solusi tang dilakukan adalah dengan teknologi penyuntikan semen.
“Kasus tol Semarang-Solo didaerah Penggaron itu juga terjadi seperti itu dan dilakukan teknologi tersebut (penyuntikan semen). Tapi saat ini yang jelas kita masih tunggu kajiannya dulu baru dilanjutkan pengerjaannya,” tandasnya.
Sementara itu, Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan bahwa proyek jalan tembus Jangli - Undip memang ditargetkan selesai pada 2024 mendatang.
Mbak Ita, sapaan Walikota Semarang mengatakan masih ada waktu untuk menyelesaikan hal yang masih kurang dalam pembangunan jalan tembus Jangli - Undip.
Salah satunya adalah pembuatan saluran air di jalan tersebut sehingga air bisa tertampung dan tidak mengakibatkan longsor maupun jalan pecah.
"D isana seperti tanah lempung. Sehingga, kena air pecah. Harus dibuatkan saluran. Kalau tidak ada saluran maka akan terjadi longsor," kata Mbak Ita.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
5 Moisturizer Lokal Alternatif La Mer The Moisturizing Soft Cream untuk Atasi Tanda Penuaan
-
Kawinkan 2 Gelar Domestik di Musim Debut Bersama Inter Milan, Ini Respons Berkelas Cristian Chivu
-
iQOO Neo 12 Diprediksi Bawa Chip Terkencang Qualcomm, Harga Bakal Lebih Mahal?
-
Melongok ke Dalam Gelapnya Depresi Lewat No Longer Human karya Osamu Dazai
-
Carlo Ancelotti Sebut Neymar Terus Membaik Jelang Pengumuman Skuad Piala Dunia 2026
-
6 Rekomendasi Bedak Tabur Tahan Lama Meski Tanpa Foundation, Wajah Bebas Kilap
-
Brimob dan Tim Perintis Gerebek Balap Liar di Taman Mini, Remaja dan Motor Bodong Diamankan
-
Meski Hirup Udara Bebas, 3 Legislator NTB Tetap Dihantui Status Terdakwa Gratifikasi
-
Iran Blokir Kiriman Senjata AS di Selat Hormuz, Pendapatan Negara Diprediksi Meroket
-
BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang