SUARA SEMARANG - Puskesmas di Kota Semarang akan menggratiskan fasilitas ultrasonografi (USG) untuk ibu hamil.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam terdapat 25 Puskesmas dari 37 Puskesmas di Kota Semarang saat ini sudah bisa melayani USG 2 dimensi.
"25 Puskesmas ini antara lain Puskesmas Pandanaran, puskesmas di tengah kota insyaallah ada semua. Kemudian, Gunungpati, Mijen, Candisari, Ngesrep, dan Srondol," terang Hakam, Rabu (5/7/2023) dikutip dari semarangkota.go.id.
Tujuan digratiskannya fasilitas USG adalah untuk menekan angka kematian yang terjadi pada ibu dan anak.
Dengan melakukan USG, maka petugas Puskesmas akan bisa mengetahui kondisi normal atau tidak normal.
Adapun jika terjadi kelainan pada kondisi bayi saat USG di Puskesmas, bisa segera dirujuk untuk konsultasi ke dokter di rumah sakit agar mendapat penanganan lebih lanjut.
USG gratis di Puskesmas tidak bisa dilakukan tiap bulan, melainkan di waktu tertentu.
"USG gratis ini dilakukan dua kali selama kehamilan yaitu pertemuan pertama dan pertemuan kelima. Silahkan bagi para ibu hamil bisa ke puskesmas," tuturnya.
Ke depannya, Puskesmas di Kota Semarang ditargetkan untuk bisa memiliki fasilitas USG sehingga bisa lebih dekat dengan masyarakat.
Baca Juga: Menjelang HUT RI, Begini Sejarah di Balik Permainan Panjat Pinang!
"Kami akan tambah segera apakah dengan APBD atau APBN," bebernya.
Tidak hanya untuk kehamilan saja, Dinas Kesehatan Kota Semarang akan menambah pelayanan USG unutk mendeteksi kondisi organ tubuh lain seperti ginjal, hati, usus dan lainnya.
Ia mengatakan jika saat ini juga sudah bekerjasama dengan organisasi profesi dokter spesialis radiologi. Mereka yang nantinya akan melakukan pengabdian masyarakat di puskesmas.
"Nanti akan kita lihat apakah ada batu ginjal, kelainan organ-organ abdomen. Dalam tahun-tahun ini akan sesegera mungkin. Jadi, USG di Puskesmas tidak hanya untuk kasus kehamilan tapi organ-organ lain," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
3 Rekomendasi Makanan Pembuka Buka Puasa Agar Tubuh Tak Syok
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Dari Era 800-an, Ratusan Golok Dipamerkan di Bogor Menuju Warisan Dunia UNESCO
-
Polisi Bongkar Penyelundupan Ganja 15,5 Kg dari Jakarta Hingga Pamulang
-
Cukup Ganti Lantai, Rumah Langsung Terlihat Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
Kasus Pengoplosan Elpiji 3 Kilogram di Bangka Terungkap, Bagaimana Pengawasan Distribusinya?
-
Meriah! Warga Cipadung Sukaresmi Gelar Turnamen Bulutangkis Gendongan Unik
-
CEK FAKTA: Purbaya Laporkan Puan Terkait Korupsi Uang Ratusan Triliun, Benarkah?
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama