SUARA SEMARANG - Kisah tentang petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Semarang saat padamkan api di TPA Jatibarang diceritakan oleh Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita.
Cerita para petugas pemadam kebakaran itu diceritakan Mbak Ita dihadapan para lurah dan camat se Kota Semarang, saat Rapat Koordinasi Kewaspadaan Wilayah Terhadap Bencana Kebakaran di Balaikota Semarang, Senin 9 Oktober 2023.
Sebelumnya, kejadian kebakaran kembali terjadi di TPA Jatibarang Kota Semarang pada Jumat 6 Oktober 2023 lalu. Dinas Damkar menurunkan semua armada truk pemadam.
Sejak saat itu hingga sekarang, para petugas kebakaran dari Dinas Damkar Kota Semarang terus berjibaku padamkan api di TPA Jatibarang.
Menurut Mbak Ita, perjuangan memadamkan api kali ini berbeda dengan kejadian kebakaran yang sebelumnya. Sebab lokasi yang terbakar adalah lahan aktif, yaitu sampah yang belum diolah.
Sehingga mengakibatkan sumber nyala api yang cepat merambat. Di tambah dengan kondisi cuaca dan angin yang kencang saat itu.
"Perjuangan 24 jam petugas luar biasa dengan api asap ditutup agar gas hilang," kata Mbak Ita.
Mbak Ita yang langsung melihat bagaimana para petugas pemadam kebakaran di lapangan dalam proses memadamkan api di TPA Jatibarang.
Ia kemudian memperlhatkan dalam slide video yang mendokumentasikan kegiatan pemadaman api di TPA Jatibarang oleh damkar dihadapan para lurah dan camat.
Baca Juga: Mbak Ita Minta Lurah dan Camat Gercep Tangkal Potensi Kebakaran di Wilayahnya
Berbagai teknik cara dilakukan agar api tidak merebet ke area intake metana.
Terlebih, api yang sudah menjadi bara sangat rentan akan menjalar kembali. Teknik yang digunakan diantaranya injek air kedalam tumpukan sampah yang telah menjadi bara api.
Kemudian, tumpukan sampah juga kembali digali dan dibongkar dengan kendaraan alat berat bachoe (Begu).
"Tumpukan sampah yang menyala dibongkar kembali dengan Begu, agar api bara tidak menyala," katanya.
Mbak Ita juga bersama para OPD dan tim gabungan selalu memantau area sekitar TPA Jatibarang. Di mana banyak ilalang kering. Sembari memetakan area resiko kebakaran.
"Bahkan setiap pagi menyusuri area sekitar TPA Jatibarang untuk memetakan potensi kebakaran," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?