/
Kamis, 01 September 2022 | 18:59 WIB
Warga menyetop truk sampah kiriman dari Tangsel ke TPSA Cilowong, Kota Serang, Banten, Senin (29/8/2 (Anwar/Suara.com)

SuaraSerang.id - Penolakan masyarakat sekitar TPSA Cilowong pada sampah asal Tangerang Selatan pada Senin (29/8/2022) lalu masih terus berlanjut. 

Penolakan tersebut masih mengemuka pada Dialog Publik yang digelar Aliansi Taktakan Bersatu pada Kamis (1/9/2022). 

Dikutip dari situs resmi Pemkot Swrang, diskusi tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Serang Budi Rusdtandi, Asda 1 Kota Serang Subagyo, dan Perwakilan DLHK Provinsi Banten Wawan Wahyudi, masyarakat menyampaikan sejumlah hal yang menurut mereka krusial. 

Cikoak Bustomi, salah seorang perwakilan masyarakat yang hadir pada acara dialog publik tersebut, menyebutkan kalau kondisi masyarakat terbilang terganggu dari dampak bau TPSA tersebut. 

Sikap Pemerintah Kota Serang sendiri menyerahkan segala keputusan kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh ASDA 1 Kota Serang Subagyo. 

"Prinsipnya Pak Wali Kota telah menyampaikan mau dilanjut atau disetop itu diserahkan kepada masyarakat, sesuai dengan amanat Pak Wali, semuanya diserahkan kepada masyarakat Cilowong, Taktakan, dan seluruh masyarakat Kota Serang yang mungkin terdampak oleh adanya sampah yang dikirim ke TPSA Cilowong," ujarnya sebagaimana dikutip situs resmi Pemkot Serang.

Adapun tuntutan masyarakat yang hadir pada acara tersebut di antaranya ialah menghentikan pengiriman sampah asal Tangerang Selatan, kemudian juga menghentikan sampah Kabupaten Serang sampai terjalin kesepakatan (MoU) yang sama seperti dengan Tangerang Selatan, setop sampah ilegal, dan mendesak Pemprov Banten untuk bersama-sama membenahi TPSA Cilowong.

Load More