/
Rabu, 07 September 2022 | 18:56 WIB
Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah didampingi keluarga saat mengunjungi Bapas Kelas II Serang, Banten (Antara)

Mantan Gubernur Banten terpidana kasus korupsi Ratu Atut Chosiyah itu langsung dibawa ke Rumah Tahanan Kelas II (Bapas) Serang setelah dibebaskan bersyarat dari Lapas Kelas II A di Tangerang, Selasa.

 Atut yang didampingi keluarga antara lain anak pertamanya, mantan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan putrinya selaku Ketua Komite I DPD RI, Andiara Aprilia Hikmat

Mantan Gubernur itu selesaikan proses pelaporan wajib dan orientasi dengan Bapas Kabupaten Serang hingga tahun 2026 untuk memenuhi syarat pempebasan bersyarat dirinya.

"Alhamdulillah, habis ziarah langsung ketemu Ibu saya, dan kumpul bersama keluarga serta di
sini ketemu Kepala Bapas Serang. Insya Allah nanti akan mengadakan pengajian di rumah,"
ucapnya di Serang, Selasa.

Ia mengaku, setelah mendapat pembebasan bersyarat ini dirinya belum ada rencana untuk
terjun kembali ke dunia politik.
"Belum ada rencana, saat ini saya ingin berkumpul bersama keluarga," tuturnya.
Ia mengatakan, dirinya saat ini akan menjalani wajib lapor hingga 8 Juli 2026 dengan dilakukan
satu bulan sekali.


"Jadi nanti satu bulan sekali harus wajib lapor ke sini (Bapas Serang)," ungkap dia.
Sementara itu, mantan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi menambahkan selama orang
tuanya menjalani hukuman, banyak dukungan dari keluarga serta masyarakat Banten yang
selalu mendoakan.
"Saya ucapkan terimakasih atas doa dan 'support' dari keluarga serta semua masyarakat
Banten yang selalu mendoakan Ibu saya," tuturnya.

Ia menyebutkan, saat ini orang tuanya itu akan lebih fokus menjalani kegiatan bersama
keluarga. Jadi untuk maju ke politik belum ada rencana.
"Beliau sekarang, intinya rutinitas Ibu lebih dekat dengan agama, agar bisa menjalankan ibadah
dengan baik dan mendoakan anak- anaknya. Dengan kembali bersama orang tua sudah luar
biasa," kata dia.


Sebelumnya, Lapas Kelas II A Tangerang telah program reintegrasi, yakni berupa pembebasan
bersyarat kepada mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mulai Selasa ini.
"Benar, bahwa Ratu Atut hari ini mendapatkan program reintegrasi yaitu pembebasan
berysarat," kata Kepala Lapas Kelas II A Tangerang Yekti Apriyanti di Tangerang, Selasa.

Ia mengatakan pembebasan bersyarat yang diterima Ratu Atut sudah sesuai dengan aturan
yang berlaku. "Sudah sesuai dengan aturan ini," ujarnya.

Baca Juga: BBM Naik, 9.300 Warga Kabupaten Serang Bakal Terima BLT

Perlu diketahui berdasarkan vonis pengadilan tingkat pertama pada 1 September 2014, Ratu
Atut Chosiyah divonis penjara 4 tahun dan denda Rp200 juta subsider 5 bulan kurungan.
Mahkamah Agung lalu memperberat hukuman Atut menjadi 7 tahun penjara pada Februari
2015

Sumber ; Antara

Load More