/
Kamis, 15 September 2022 | 08:40 WIB
Marin Spatial Planning Service Expo 2022. (dok. Framework Bussiness Bawah Laut)

Panglima Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), Laksamana Madya (Laksdya) TNI Nurhidayat menjelaskan bahwa sangat penting untuk mengelola kedaulatan digital di laut Indonesia dengan baik.


Nurhidayat yang juga merupakan Ketua Tim nasional Penataan Alur Pipa dan Kabel Bawah Laut, menjelaskan bahwa ruang bawah laut Indonesia terkait dengan penataan pipa dan kabel dan dunia bawah laut mengingat wilayah Indonesia yang luas dan potensi ekonomi yang besar yang dikandungnya maka harus dikelola dengan baik.


"Indonesia memiliki ruang laut yang luas dan unik sehingga perlu ditata sedemikian rupa," kata Laksdya Nurhidayat dalam talk show bertajuk ‘Kedaulatan Digital di Laut Indonesia’ di Jakarta, Rabu (14/9/2022).


Nilai statistik indeks ekonomi digital tahun 2021 telah menghasilkan nilai 70 miliar Dolar AS -dolar AS dan diperkirakan akan meningkat 5 kali lipat pada tahun 2030.


Sejalan dengan itu, Deputi Deputi Pengelolaan Ruang Laut dan Pesisir, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Kelautan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Muh Rasman Manafi mengatakan pemanfaatan ruang laut perlu ditata sebagai sarana kelembagaan penunjang.


Bagan digital perlu diatur sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk keuntungan terbaiknya saat menghasilkan bagan spasial bawah air yang baik dan diperbarui secara berkala.


"Jadi yang namanya pemanfaatan ruang laut itu menjadi target kami (dalam Timnas) supaya optomal dengan cara penataan kabel-kabel bawah laut," ujar  Rasman.


"Keberadaan tim nasional ini bertugas mengatur/menata kabel dan pipa bawah laut yang dapat digunakan untuk komunikasi dan pasokan energi listrik, agar dapat ditata sedemikian rupa. Sehingga tidak mengganggu keberadaan -kapal-kapal yang melewatinya,” lanjutnya.


Pada kesempatan yang sama, Rasman juga mengajak seluruh pihak untuk memberikan informasi atau masukan kepada timnas untuk menata ruang laut Indonesia.

Baca Juga: Gedung Kementerian Desa PDTT Kalibata Terbakar


“Saya menghimbau semua pihak yang merasa dapat berkontribusi dalam penatagunaan ruang laut, khususnya terkait kabel bawah laut, untuk memperkuat kapasitas kedaulatan digital nasional kita,” ujarnya.


"Kami selalu terbuka untuk setiap kontribusi yang dapat diberikan untuk perbaikan (tata ruang bawah laut), termasuk deregulasi peraturan yang kami anggap sangat berisiko dan memperpanjang regulasi”, sambungnya.


Ari Sinaga, selaku praktisi Framework Business Underwater, mengatakan transformasi digital sangat penting di Indonesia. Menurutnya, yang dibutuhkan adalah ekosistem yang mendukung. Dalam konteks ini, sarana dan prasarana digital harus terintegrasi secara utuh dan menyeluruh.


"Kami berharap pemerintah mendukung agar semua penyelenggara Digital Frame Work Service bawah air ini dapat menjadi konsorsium global nasional, yang diharapkan akan mampu mengatasi kendala yang ada,” kata


Ia juga menambahkan, keberadaan konsorsium ini sangat penting untuk mengakselerasi ekosistem digital di Indonesia. Apalagi mengingat kendala yang dihadapi tidak hanya kendala regulasi tetapi juga kendala teknis.

Load More