/
Senin, 24 Oktober 2022 | 10:36 WIB
ilustrasi mobil jenazah korban tragedi kanjuruhan (ANTARA/Vicki Febrianto)

Korban yang meninggal dunia akibat tragedi di Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya, bertambah satu orang lagi. Sehingga total kini 135 orang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Dony Iryan Vebry Prasetyo, selaku Kepala Humas RSUD Saiful Anwar Malang, di Kora Malang, Jawa Timur, saat dikonfirmasi ANTARA mengatakan korban dikabarkan meninggal dunia pada hari Minggu (23/10) sekitar pukul 22:50 WIB.

"Ya benar, meninggal pada pukul 22:50 WIB tadi malam," kata Dony.

Dony menjelaskan, tambahan korban tewas akibat tragedi Kanjuruhan atas nama Farzah Dwi Kurniawan (20), warga Jalan Sudimoro Utara 43 RT 003 RW 017 Desa Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.

Menurut dia, pasien terakhir dibawa ke fasilitas Incovit (fasilitas yang digunakan untuk merawat pasien yang dinyatakan positif COVID-19). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar dalam pengawasan ketat.

"Pasien terakhir dirawat di Invocit RSUD Saiful Anwar," ujarnya.

Diketahui, Farzah adalah korban ke-135 yang meninggal dunia dari tragedi yang terjadi pada 1 Oktober terjadi di Stadion Kanjuruhan 2022.

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom. (sumber: ANTARA)

Sebelumnya, sedikitnya dua pasien lainnya meninggal dunia setelah dirawat di RS Saiful Anwar Kota Malang atas nama Reivano Dwi Afriansyah, 17 tahun, warga Kabupaten Malang, dan Andi Setiawan, 33 tahun, warga kota Malang.

Pada Sabtu (1/10/2022) terjadi kericuhan usai pertandingan derby antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang berakhir skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Kekalahan tersebut mengakibatkan beberapa pendukung turun dan masuk ke area lapangan.

Baca Juga: Rian Ibram Jawab Isu Pacaran dengan Dewi Perssik

Kericuhan meningkat dimana beberapa suar, termasuk benda lain, dinyalakan. Polisi gabungan dan aparat keamanan TNI berusaha membubarkan para pendukung, yang akhirnya menggunakan tembakan gas air mata.

Akibat kejadian tersebut, 135 orang dilaporkan meninggal karena patah tulang, cedera kepala dan leher, serta sesak napas atau berkurangnya kadar oksigen dalam tubuh. Selain itu, ratusan orang juga dilaporkan mengalami luka ringan, termasuk luka berat.

(Antara)

Load More