Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan sepakat saling berbagi info dari badan intelijen negara. Fungsi intelijen bagi ketiga negara tersebut guna memata-mata kekuatan China dan Korea Utara terkait pembuatan rudal dan nuklir.
Kesepakatan antara Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat tentang pembagian intelijen berlangsung di KTT ASEAN, Kamboja sebelum pertemuan KTT G20 Bali, Indonesia, 15-16 November 2022.
Tujuan dari pembagian intel untuk menangkal serangan balik atas ancaman perang China sewaktu-waktu bergejolak dengan Amerika Serikat.
Sehingga pangkalan militer yang telah mereka bangun di Jepang dan Korea Selatan dapat mengantisipasi serangan rudal balistik maupun nuklir buatan China.
Pertemuan trilateral tersebut berlangsung 15 menit. Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol, melansir dari situs resmi dewan militer USA, Kamis (17/11/2022).
Hubungan antara Amerika Serikat dan China pasang surut, walau kedua kepala negara itu bertemu di KTT G20 Indonesia.
Walau demikian, Amerika telah membangun pangkalan militer laut maupun udara di kawasan Jepang dan Korea Selatan.
Dewan militer USA menempatkan sebanyak lebih kurang 28 hingga 50 ribu tentara di pangkalan utama militer di Korea Selatan dan Jepang.
Penempatan itu sebagai antisipasi bilamana terjadi gejolak perang antara Cina dan Amerika Serikat. [*]
Baca Juga: Emosi ke Amerika Serikat, Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik di Pantai Timur
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA