/
Kamis, 17 November 2022 | 13:52 WIB
SAUL LOEB / AFP

Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan sepakat saling berbagi info dari badan intelijen negara. Fungsi intelijen bagi ketiga negara tersebut guna memata-mata kekuatan China dan Korea Utara terkait pembuatan rudal dan nuklir.

Kesepakatan antara Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat tentang pembagian intelijen berlangsung di KTT ASEAN, Kamboja sebelum pertemuan KTT G20 Bali, Indonesia, 15-16 November 2022.

Tujuan dari pembagian intel untuk menangkal serangan balik atas ancaman perang China sewaktu-waktu bergejolak dengan Amerika Serikat.

Sehingga pangkalan militer yang telah mereka bangun di Jepang dan Korea Selatan dapat mengantisipasi serangan rudal balistik maupun nuklir buatan China.

Pertemuan trilateral tersebut berlangsung 15 menit. Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol, melansir dari situs resmi dewan militer USA, Kamis (17/11/2022).

Hubungan antara Amerika Serikat dan China pasang surut, walau kedua kepala negara itu bertemu di KTT G20 Indonesia.

Walau demikian, Amerika telah membangun pangkalan militer laut maupun udara di kawasan Jepang dan Korea Selatan.

Dewan militer USA menempatkan sebanyak lebih kurang 28 hingga 50 ribu tentara di pangkalan utama militer di Korea Selatan dan Jepang.

Penempatan itu sebagai antisipasi bilamana terjadi gejolak perang antara Cina dan Amerika Serikat. [*]

Baca Juga: Emosi ke Amerika Serikat, Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik di Pantai Timur

Load More