Karena merasa sudah larut malam, alih-alih pisang goreng dan martabak yang disajikan oleh istana sudah habis, Panda pun pamit pulang.
Siang keesokan harinya Panda pun berangkat ke Denpasar, Bali. Saat bertemu Megawati, dia langsung menceritakan kisahnya dari pertemuan malam itu.
"Reaksi Mega, 'kan bener, mana berani dia terbuka ke saya'. Apa yang saya ceritakan tadi, saya tuangkan dalam buku otobiografi saya," tutup Panda.
Buku otobiografi Panda Nababan itu ia beri judul 'Panda Nababan Lahir sebagai Petarung'.
Diketahui sebelumnya, hubungan retak Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah tidak harmonis atau 'perang dingin' sejak tahun 2003.
Dimana saat itu SBY menjabat posisi Menkopolhukam di kabinet Megawati, dan memutuskan untuk maju sebagai calon presiden pada pemilu 2004 bersaing dengan Megawati.
Alasannya SBY kala itu diungkapkan oleh Sekretaris Menkopolhukam Sudi Silalahi, bahwa SBY mengeluh dan merasa dikucilkan oleh pihak istana karena tidak diajak rapat kabinet ditengah situasi politik yang tengah memanas.
Keluhan SBY itu kemudian ditanggapi oleh suami Megawati, Taufik Kiemas yang menyebut bahwa SBY seperti 'anak kecil' dan tak berani bicara langsung kepada Megawati saat tak diajak rapat kabinet, yang malah berkoar-koar di berbagai media massa saat itu.
Pernyataan-pernyataan SBY itu pun kemudian mendapat simpatik dari banyak kalangan masyarakat dan tokoh politik, hingga kemudian SBY dijuluki sebagai pihak yang 'terzalimi' secara politik.
Baca Juga: Tak Hitung Kekuatan Timnas Indonesia, Vietnam Pede Masuk Final Piala AFF 2022
SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla akhirnya memenangkan pemilu 2004, mengalahkan Megawati (capres petahana) yang berpasangan dengan Hasyim Muzadi. Bahkan Megawati menolak hadir saat SBY-JK membacakan sumpah presiden dan wakil presiden di Istana Negara dan berbagai undangan SBY lainnya.
Tag
- # seteru sby-mega
- # panda nababan
- # megawati soekarnoputri
- # susilo bambang yudhoyono
- # sby
- # sby menkopolhukam
- # bais
- # perang dingin
- # sudi silalahi
- # youtube bang panda
- # rumah megawati
- # taufik kiemas
- # sby cawapres mega
- # sby bohongi mega
- # sby mengeluh
- # suami megawati
- # sby-jk
- # sby terzalimi
- # mega-hasyim
- # pilpres 2004
- # politisi senior
- # politisi senior pdip
- # hubungan panas
- # hubungan panas mega-sby
- # informasi bin
- # informasi bais
- # saksi hidup
- # taufiq kiemas
Berita Terkait
-
Busuk yang Terkuak! SBY di Comberan, 'Diwongke' mbak Mega, Awal Seteru Megawati-SBY Diungkap Politisi Senior PDIP Panda Nababan
-
Panda Nababan Beberkan Mata dan Telinga Megawati Banyak, Pernah Minta BIN Pantau Pergerakan SBY
-
Kisah SBY yang Tolak Jawab 5 Pertanyaan Megawati
-
Utus Panda Nababan Bertemu di Istana, Megawati: Mana Berani SBY Terbuka ke Saya
-
Buka-bukaan Politisi PDIP Panda Nababan Bongkar Sifat Jokowi-Surya Paloh: Mereka Punya Bakat Membalas, Itu Ngeri!
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Groundbreaking Irigasi di Luwu, Gubernur Sulsel: Mari Kawal Untuk Petani
-
ARTJOG 2026 Memanas! Kehadiran Didit Prabowo Batal Usai Diprotes Seniman
-
WNA India Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis di Bali
-
Jatim Deklarasikan Provinsi dengan Event Terbanyak, Sedot 30 Persen Wisatawan
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Pemprov Papua Selatan: Lahan Cetak Sawah di Merauke 48 Ribu Hektare
-
Khofifah Sambut 4.014 Pelari dari 22 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno-Welirang
-
Sulteng Belum Mandiri Fiskal, 80 Persen Bergantung Pusat
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Perbasi Surakarta 2026-2030 Dilantik, Bidik Sapu Bersih Emas Porprov Jateng 2026