/
Rabu, 28 Desember 2022 | 17:21 WIB
Sejumlah pesawat milik maskapai Garuda Indonesia yang terparkir di area Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberi jaminan perihal tarif batas atas  (TBA) tiket pesawat tidak akan dinaikkan di tahun depan. Namun, Menhub juga tidak menutup kemungkinan akan adanya evaluasi pada TBA untuk tiket pesawat.


“Kalau naik (TBA) enggak. Tapi, kalau turun kita lihat komponennya untuk TBA ini,” kata Menhub di Jakarta, ditulis Rabu (28/12/2022).


Dijelaskannya, komponen dalam penetapan TBA tiket pesawat tersebut akan ditinjau kembali dan akan diverifikasi oleh otoritas. Jika salah satu komponen mengalami penurunan, maka dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi TBA itu sendiri.


Namun sayangnya, Budi Karya tidak merinci komponen mana saja yang mempengaruhi TBA tersebut.


“Artinya, TBA ini tetap bisa turun tergantung situasi ekonomi, karena kita tidak tahu juga ekonomi dunia tiba-tiba fuelnya (bahan bakar) naik,” tambah Budi.


Di waktu terpisah, Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra justru sangat berharap agar TBA tiket pesawat dinaikkan. Bahkan, ia berharap agar pemberlakuan TBA bisa dihapuskan.

“Hari ini kita disiplin mengikuti TBA, tetapi kawan sebelah lewati saja tidak ada apa-apa. Kalau tidak ada apa-apa ya sudah, dibuka saja lah semua”,  ujarnya.


Bahkan menurut Irfan, menghapus TBA bukan berarti memberi kesempatan maskapai penerbangan untuk bisa mengenakan tarif tinggi. Ia mengatakan, ada beberapa maskapai penerbangan yang justru menawarkan tarif murah di bawah level TBA.


“Ujung-ujungnya market kok yang menentukan buat harganya. Ada kelompok market ambil TBA ada yang juga cari murah,” pungkasnya.

Baca Juga: Beda Pelaku Doen Plegen dan Uitlokker di Kasus Sambo: Satu Bisa Dipidana, Satu Tidak

Load More