/
Kamis, 29 Desember 2022 | 11:16 WIB
Rocky Gerung [YouTube] (YouTube)

Beredarnya kabar badai dahsyat yang akan menerjang sejumlah wilayah di Jabodetabek pada Rabu (28/12/2022), kemarin membuat pengamat politik Rocky Gerung ikut bersuara.

Adalah Erma Yulihastin, peneliti klimatologi Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN yang menyampaikan kabar tersebut melalui akun twitter miliknya.

"Potensi banjir besar Jabodetabek," tulis Erma di akun twitternya pada Senin (26/12/2022).

Tidak hanya itu, Erma juga mengingatkan akan bahaya badai besar yang akan menerjang wilayah Jabodetabek dan khususnya Tangerang atau Banten.

"Siapapun anda yang tinggal di Jabodetabek dan khususnya Tangerang atau Banten, mohon bersiap dengan hujan ekstrem dan badai dahsyat pada 28 Desember 2022," lanjut Erma di cuitannya.

Padahal, lembaga yang berwenang memberikan informasi terkait cuaca yakni Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memberikan pernyataan berbeda mengenai prakiraan cuaca ini.

Karenanya, Rocky meminta agar BRIN diberi sangsi karena telah membuat masyarakat panik dengan mengeluarkan pernyataan soal badai besar yang akan terjadi.

"Perkuliahan pun mulai terancam jadi banyak orang yang takut. Kelihatannya ini bikin heboh nasional, heboh yang tolol. Kasih teguran atau sanksi, dong. Karena sebenarnya ini mengacaukan perekonomian, sistem pendidikan, perencanaan libur keluarga. Banyak keluarga juga yang merasa waduh dibatalin deh," kata Rocky Gerung dilansir dari laman Youtube, Rabu (28/12/2022).

Rocky juga menyayangkan sikap BRIN yang tidak mengkonfirmasi kepada BMKG yang memiliki wewenang mengeluarkan status dan prakiraan cuaca.

Baca Juga: Walau Tidak Tutup Pasar Hewan, DP3 Sleman Perketat Lalu-lintas Ternak Cegah Meluasnya Kasus LSD

"Apa susahnya BRIN bilang punya data ini 'BMKG datanya apaya?' Artinya tidak ada koordinasi," lanjut Rocky.

"Kalau dia koordinasi dengan BMKG, pasti BMKG bilang 'oke kami periksa sebentar keadaannya', lalu nanti sama-sama bikin konferensi pers," imbuhnya.

Lebih lanjut, Mantan Dosen Filsafat Universitas Indonesia ini menyayangkan perbedaan pendapaat antara BRIN dan BMKG yang menurutnya tidak ada kordinasi antar lembaga dan hanya menimbulkan kepanikan publik.

"Kegemparan itu tidak diantisipasi. Justru dia bikin badai opini publik, badai yang meresahkan emak-emak yang mungkin mau belanja. Orang mau buka kios di pinggir jalan tutup lagi," kata Rocky.

Load More