/
Kamis, 19 Januari 2023 | 10:26 WIB
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama Ridwan Kamil (Suara.com/Bagaskara)

Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil telah memutuskan kendaraan politiknya, dia secara resmi telah bergabung di bawah naungan rindangnya Pohon Beringin, yakni Partai Golkar.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini memiliki potensi untuk maju sebagai calon gubernur untuk pemilihan wilayah Jawa Barat atau pun DKI Jakarta pada 2024 mendatang.

"Nah, dengan potensi yang dimiliki Kang Emil, beliau tentu memiliki keberpeluangan untuk dicalonkan baik sebagai gubernur di Jawa Barat kembali," kata Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Ace Hasa Syadzily kepada wartawan dikutip Kamis (19/1/2023).

Namun Ace menegaskan agar Kang Emil bisa maju dalam perebutan Provinsi 1 di dua wilayah tersebut harus memiliki elektabilitas yang tinggi.

"Jika nanti di tahun 2024 elektabilitas beliau tinggi, tentu kami tidak akan ragu mencalonkan beliau sebagai calon gubernur dari Partai Golkar untuk Provinsi Jawa Barat. Atau bahkan mungkin untuk Jakarta," tuturnya.

Kendati demikian, Ace kembali menegaskan bahwa semua keputusan itu berada di tangan Ketua Umum Airlangga Hartarto, akan diusung untuk provinsi mana Ridwan Kamil nantinya.

"Tentu nanti ada mekanismenya di internal Partai Golkar untuk menentukan siapa calon gubernurnya dengan memperhatikan aspek elektabilitas, likebilitas, dan tentu kinerja beliau sebagai gubernur Jabar," ujarnya.

Mengenai peluang Kang Emil maju ke pilgub Airlangga menyampaikan akan dilihat dulu melalui pembahasan-pembahasan lebih lanjut.

"Mengenai berikutnya nanti kita evaluasi dan kita lakukan pembicaraan lebih lanjut dengan pak Emil," kata Airlangga.

Baca Juga: Dituding Umbar Aurat, Penampilan Desy Ratnasari Jadi Omongan

Resmi Gabung Golkar

Sebelumnya, Kang Emil mengemukakan alasannya kenapa memilih bergabung dengan partai yang telah ikut pemilu sejak 1971 itu.

Pertama, Emil meyebut bahwa Golkar sangat kuat sebagai partai tengah sehingga dirinya tertarik untuk bergabung.

"Kenapa partai Golkar? Yang pertama partai Golkar itu sangat kuat sebagai simbol partai tengah, partai yang pancasilais, partai yang terbuka sehingga ini yang menjadi sebuah minat saya," kata Emil di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (18/1/2023).

Kemudian Emil mengemukakan alasan keduanya kenapa dia memutuskan bergabung yakni karena Golkar dianggap sebagai institusi sangat terhormat.

"Sehingga besar kecilnya, maju mundurnya memang dari individu-individunya. Maka juga individu-individu ini berkualitas maka yang diuntungkan adalah Indonesia. Karena partai politik mengambil keputusan-keputusan yang menyangkut hajat hidup kita," tuturnya.

Load More