Desa adat Baduy Dalam di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tertutup bagi wisatawan yang datang selama digelarnya tradisi Kawalu atau bulan larangan.
Pelaksanaan tradisi Kawalu Baduy akan berlangsung selama 3 bulan dengan tujuan untuk menjalani ritual adat yakni penyucian diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan begitu, selama masa penyucian diri, wisatawan dilarang memasuki pemukiman Baduy Dalam yang terdiri Kampung Cibeo, Cikawartana dan Cikeusik. Karena masyarakat Baduy Dalam sedang menjalani ritual Kawalu dan perlu ketenangan.
Wisatawan hanya diperbolehkan mengunjungi Baduy luar atau pemukiman Baduy pendamping selama ritual berlangsung.
Tetua Adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Jaro Saija meminta wisatawan untuk mematuhi larangan tersebut dan tidak memaksakan diri untuk memasuki wilayah pemukiman Baduy Dalam.
Penetapan Kawalu didasarkan atas petuah Tetua Adat Tangtu Tilu Jaro Tujuh Lembaga Adat Desa Kanekes dan masyarakat Baduy Dalam.
Pada hari ke-18 selama Ritual Kawalu yang didasarkan kesepakatan tangtu tilu (pemimpin adat) masyarakat adat Baduy Dalam, mereka akan melaksanakan puasa kemudian mengadakan upacara ritual adat Ngeriung untuk memohon keselamatan.
Setelah melakukan Kawalu, warga Baduy Dalam dan Baduy Luar akan turun gunung untuk menggelar Seba Baduy dengan mengunjungi Bupati Lebak dan Gubernur Banten untuk bersilaturahmi.
Saat berlangsungnya Seba Baduy, mereka akan melakukan bersilaturahmi bersama ‘Ibu Gede’, selaku Bupati Lebak dan “Bapak Gede', yakni Gubernur Banten dengan cara berjalan kaki ke Rangkasbitung dan Serang sejauh kurang lebih sekitar 160 kilometer pergi-pulang.
Baca Juga: Super Apes! Cerita Pria Jadi Korban Tiga Produk Asuransi: Indosurya, Wanaartha dan Kresna Life
Bagi ‘Urang Baduy Dalam’ kemana pun pergi harus berjalan kaki, karena dilarang menaiki atau menumpangi kendaraan roda dua, roda empat atau lebih, namun warga Baduy Luar diperbolehkan bepergian dengan kendaraan.
"Dengan pelaksanaan Kawalu itu, kami berharap masyarakat Baduy sejahtera, damai, dan sehat selalu,” kata Jaro Saija.
Masyarakat Baduy berpenduduk 16.000 jiwa yang tersebar di 68 perkampungan. Mereka menjadikan Kawalu sebagai upacara wajib bagi laki-laki, perempuan, tua dan muda setiap tahunnya.
Ritual Kawalu merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Badui kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas anugerah hasil alam yang diberikan.
Diketahui bahwa mata pencaharian masyarakat Baduy hanya bergantung pada pendapatan ekonomi dan ketahanan pangan dari hasil ladang dengan menanam padi huma, pisang, jagung, jahe, kencur, endog-tiwu, cabai, dan sayuran-sayuran.
Berlangsung selama Ratusan Tahun
Ritual Kawalu telah dilakukan oleh Suku Baduy Dalam dan Luar selama ratusan tahun. Ritual ini merupakan upacara adat yang sakral. Jika masyarakat Baduy tidak melaksanakan tradisi Kawalu, diyakini akan menimbulkan bencana dan malapetaka. Oleh karena itu, semua Baduy harus mengikuti Kawalu.
Tag
- # tradisi kawalu
- # kampung badui
- # kampung adat badui
- # kawalu 3 bulan
- # ritual adat
- # penyucian diri
- # puasa kawalu adalah
- # kampung baduy
- # suku baduy
- # bulan kawalu baduy
- # upacara kawalu baduy
- # tradisi kawalu baduy
- # baduy luar
- # upacara sakral
- # kanekes
- # lebak
- # seputar serang
- # seba baduy
- # hasil bumi
- # masyarakat baduy
- # bupati lebak
Berita Terkait
-
Badai Resesi 2023, Sektor Real Estat Properti LPKR Incar Pembeli Rumah Pertama di Tangerang
-
Alquran Dibakar, Massa PA 212 Balas dengan membakar Bendera Swedia
-
Mengubur Stigma Para Penyintas Di Kampung Kusta Tangerang
-
Ladang Amal Ali Saga, Sang Maestro Pendiri Sanggar Organ Prosthetic Kaum Difabel
-
Rumah Diteror Kiriman Puluhan Ular Kobra oleh OTK, Wahidin Halim Enggan Lapor Polisi: 'Biasa Politik Tidak Beradab'
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan